Alumni Akademi Paradigta Ikut Bangun Desa

Alumni Akademi Paradigta Ikut Bangun Desa

  Kamis, 25 April 2019 09:17
WISUDA: Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mewisuda 331 lulusan Sekolah Akademi Paradigta di Aula Kantor Bupati, Rabu (24/4) kemarin | Ashri isnaini/pontianak post

Berita Terkait

SUNGAI RAYA –  Sekolah Akademi Paradigta Kubu Raya kembali mewisuda sebanyak 331 kader perempuan dari  sejumlah desa di enam kecamatan Kubu Raya. “Setiap tahunnya jumlah wisudawati Akademi Paradigta ini terus bertambah, seiring dengan bertambahnya jumlah desa dan kecamatan yang mengutus para kader perempuannya untuk mengikuti peningkatan kapasitas baik skill, wawasan dan pengetahuan di sekolah  Akademi Paradigta ini,” kata Kepala Sekolah Akademi Paradigta Kubu Raya, Khalilah disela-sela wisuda Akademi Paradigta, Rabu (24/4) di Aula Kantor Bupati Kubu Raya. 

Wisuda  tahun 2019 ini merupakan wisuda ke tiga  yang dilakukan Akademi Paradigta Kubu Raya. Untuk tahun pertama di 2017 lalu, pihaknya mewisuda sebanyak 118 wisudawati, di tahun 2018 mewisuda 273 wisudawati dan tahun 2019 jumlah wisudawatinya bertambah menjadi 331 orang. 

Tidak sekedar diasah kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, para wisudawati Akademi Paradigta tersebut sebelumnya juga didorong peningkatan skill, pemberdayaan dan keterampilannya. 

“Setiap lulusan Akademi Paradigta ini akan dikembalikan ke desa dan akan terjun langsung untuk turut mengawal semua kebijakan pemerintah desa, hingga menghidupkan semua organisasi atau kegiatan di tingkat desa dan pada akhirnya diharapkan juga dapat memberikan kontribusi besar untuk mendorong percepatan pembangunan di tingkat desa,” jelas Khalilah. 

Direktur Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) Nasional, Nani Zulminarni mengatakan, Akademi Paradigta merupakan sebuah pendidikan dan pelatihan terstruktur bagi kader Pekka dan kader perempuan di wilayah perdesaan. Tujuannya agar perempuan dapat terlibat aktif dalam proses pembangunan desa dan wilayahnya.

“Insiatif ini diselenggarakan di tujuh wilayah percontohan, yaitu Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, NTB, NTT, dan Sulawesi Tenggara. Sejak tahun 2016 Akademi Paradigta Kalimantan Barat telah mencetak tiga angkatan sejak Maret 2016 hingga Maret 2019,” terangnya. 

Nani mengungkapkan Akademi Paradigta wilayah Kabupaten Kubu Raya dilaksanakan sebanyak 11 kelas dengan jumlah peserta 331 orang dari 42 desa di 6 kecamatan. Ia menyatakan Pekka sangat fokus pada upaya-upaya pemberdayaan perempuan. Menurut dia, pemberdayaan perempuan adalah jantung bagi pembangunan desa. 

“Perempuan punya peran penting untuk segala aspek kehidupan. Karena itu perempuan harus berdaya dan berdaulat. Agar seluruh pembangunan harus menjadikan perempuan sebagai bagian dari subjek pembangunan,” ujarnya. 

Nani mengatakan wisuda Akademi Paradigta angkatan ketiga di Kabupaten Kubu Raya sangat istimewa. Pasalnya hampir seluruh proses pendidikan di Akademi dibiayai oleh dana desa. Ia mengungkapkan dari 81 kabupaten wilayah kerja Pekka di seluruh Indonesia, Kabupaten kubu Raya adalah salah satu Akademi Paradigta yang didanai dengan dana desa. 

“Kami berterima kasih kepada aparatur desa se-Kabupaten Kubu Raya yang telah mengutus perempuan desa untuk mengikuti Akademi Paradigta. Terima kasih juga untuk Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang telah lama mendukung Pekka,” ucapnya. 

Perwakilan Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Kementerian Desa PDTT, Ibrahim Bouty, berharap para alumnus Akademi  Paradigta dapat ikut memperkuat tata kelola desa, sehingga pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dapat terwujud secara cepat dan transparan. Lebih jauh dirinya meminta dana desa digunakan untuk kesejahteraan masyarakat melalui perencanaan dan penggunaan yang tepat sasaran. 

“Apa yang sudah diperoleh melalui pendidikan yang difasilitasi Pekka dan pemerintah daerah harus dapat diaktualisasikan di masyarakat khususnya masyarakat desa,” pesannya.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan yang secara simbolis mewisuda para lulusan Akademi Paradigta tahun 2019 mengatakan banyak dampak positif pada pembangunan keluarga dan perempuan dari hasil pendidikan di Akademi Paradigta. Di antaranya para peserta dan alumni akademi kini memiliki kemampuan dan keberanian untuk bicara. Dengan begitu para perempuan menjadi mampu memberikan pendapat dan akhirnya lahir inisiatif-inisiatif dan prakarsa untuk menyelesaikan persoalan di desa. Ia mengungkapkan sektor pemberdayaan perempuan mempunyai bobot yang besar dalam visi dan misi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Pemerintah daerah, ujarnya, sangat komit pada upaya pemberdayaan perempuan sehingga nantinya mampu berkontribusi dalam proses percepatan pembangunan desa. 

“Rumusnya kalau kita bicara tentang rumah tangga-rumah tangga, maka perempuan itu punya peranan dan pengaruh signifikan. Karena itu dalam proses penguatan desa-desa, ini juga termasuk penguatan peran perempuan supaya rumah tangga-rumah tangga itu terjamin bisa berdaya. Nah, regulasi-regulasi yang kita keluarkan terkait dengan desa itu sudah mengarah ke sana semua. Termasuk juga regulasi khusus untuk pemberdayaan perempuannya sendiri,” ucapnya.

Muda berharap para alumni Akademi Paradigta dapat berperan menggerakkan masyarakat dalam merespons isu-isu aktual seperti persoalan stunting, penurunan angka kematian ibu, bayi, dan balita, serta angka gizi kurang. 

“Termasuk juga terkait dengan kualitas kehidupan rumah tangga seperti sanitasi dan sebagainya,” tambahnya. 

Alumni Akademi Paradigta, lanjut Muda, diharapkan juga dapat membantu menggerakkan ekonomi rumah tangga. Di antaranya melalui usaha mikro kecil menengah dan penguatan pemberdayaan ekonomi keluarga termasuk di sektor pertanian atau pangan rumah tangga. Melalui cara tersebut dirinya meyakini rumah tangga akan menjadi lebih cepat mandiri. 

“Makanya kaum perempuan ini sangat luar biasa untuk bisa menopang tujuan itu semua. Nah, akademi saya harapkan tetap memberikan komitmen untuk terus menerus mengawal. Desa juga ikut dengan cara mengalokasikan dana desa untuk komitmen kepada program Akademi Paradigta ini,” harapnya. 

Muda berharap desa-desa yang belum memprogramkan Akademi Paradigta dapat memulai untuk mengalokasikan dananya untuk program akademi. Meskipun pesertanya tidak banyak.  (ash) 

Berita Terkait