Alquran Jadi Pembela para Sahabatnya

Alquran Jadi Pembela para Sahabatnya

  Minggu, 19 June 2016 15:58
Ustadz Didik M Nur Haris , Lc, MA memberikan tausyiah kepada jamaah Majelis Qur'an, Minggu (19/6) pagi didampingi huffazh muda Muhammad Ikhwan dan Abdul Aziz.

Berita Terkait

Majelis Qur'an Edisi Spesial Ramadhan

PONTIANAK--Al Qur'an kelak pada hari kiamat akan datang menjadi penolong dan pembela para sahabatnya saat dihisab. Membela agar sahabatnya tidak disiksa masuk dalam neraka, membela agar sahabatnya diampunkan dosa-dosanya, membela agar sahabatnya dimasukan ke dalam surga. Dan pembelaan Al Qur'an pasti diterima oleh Allah Swt.
Demikian dijelaskan oleh Ustadz Didik M Nur Haris, Lc, MA pada Majelis Qur'an Edisi Spesial Ramadhan kemarin (19/6) di Masjid Raya Mujahidin. "Tentu saja tidak semua orang akan mendapatkan pembelaan Alquran, tidak setiap manusia akan mendapat syafaat Alquran, pembelaannya hanya terkhusus bagi orang-orang yang terpilih, syafa'atnya hanya bagi hamba-hamba yang istimewa. Yang akan dibela oleh Alquran adalah ashabul quran, yaitu para sahabat Alquran," katanya.

Siapakah sahabat Alqur'an? Dijelaskannya, istilah "sohib" berarti sahabat dekat yang selalu menyertai. Dimanapun, kapanpun dan dalam situasi bagaimanapun. "Untuk menjadi sahabat Alquran, yang pertama adalah tilawah, banyak membaca Alquran. Jangan sampai kita mengaku beriman kepada Alquran tetapi tidak membacanya. Istilah dalam Alquran 'haqqa tilawatih'. Sudahkah kita benar-benar membacanya?", ujarnya.

Para sahabat Alquran tiada hari tanpa tilawah. Mereka istiqomah dalam membaca Alquran setiap hari. "Kunci untuk bisa istiqomah tilawah setiap hari diawali dengan mencintai Alquran. Jangan-jangan kita belum dekat dengan Alquran karena kita belum mencintai Alquran. Diantara cara untuk mencintai Alquran adalah dengan mengenali keagungan Alquran dan berdo'a secara khusus kepada Allah agar dekat dengan Alquran, " jelasnya.

Selanjutnya, memiliki niat dan azam tilawah minimal 1 hari 1 juz (one day one juz). "Ada beberapa kiat sederhana. Misalnya dengan melancarkan bacaan Alquran sehingga bisa menikmati tilawah. Kemudian merasa sedih kalau kita tidak tilawah, dan semakin menggiatkan amal sholeh. Boleh jadi yang menghalangi interaksi dengan Alquran adalah karena dosa. Banyak berbuat amal agar hati kita dilembutkan. Dan terakhir dirapel. Bila sibuk, tidak bisa tilawah disatu hari, segera ganti dihari lain, " ujarnya.

Kedua, selain istiqomah tilawah, para sahabat Alquran juga rajin tadabbur. "Kuncinya hati adalah tadabbur, sehingga hatinya terbuka. Bagaimana kiatnya sehingga kita semangat tadabbur? Ingatlah pahala ketika kita mentadabburi Alquran. Anggap bahwa kita sedang munajat kepada Allah, berkomunikasi kepada Allah. Bukan hanya pada saat kita memiliki masalah sehingga lebih berasa. Dan Alquran juga merupakan syifa (obat) dan sumber ilmu pengetahuan. Semakij rajin kita tadabbur, semakin luas pemahaman yang kita miliki, " jelasnya.

Ketiga, ciri sahabat Alquran adalah tahfidz, bersemangat menghafal Alquran.  Dikatakannya, hendaknya setiap muslim menjadikan cita-cita hidupnya sebelum meninggal dunia bisa menghafal Alquran 30 juz. "Kuatkan azzam dan bermohon kepada Allah agar dimudahkan menjadi penghafal Alquran. Kiatnya sederhana yaitu tidak lain banyak mengulang-ulang bacaan Alquran. Bila perlu 1 ayat diulang hingga 300 kali, insya allah hafal. Dan mesti bertahap. Mulai dari yang mudah-mudah dulu. Pandai membagi waktu dan diperdengarkan kepada orang lain, " ujarnya.

Dan terakhir, sahabat Alquran adalah mereka yang mengamalkan Alquran setelah membaca, mentadabburi, dan menghafalnya. Mengamalkan Alquran akan dimudahkan oleh Allah setelah kita melewati 3 anak tangga sebelumnya tadi. "Ini merupakan hasil dari tilawah, tadabbur, dan tahfidz," tukasnya.

Majelis Qur'an Edisi Spesial Ramadhan dengan tema "Agar Qur'an Menjadi Pembela" di Masjid Raya Mujahidin kemarin (19/6) dihadiri ribuan jamaah dan diawali dengan tasmi Qur'an oleh Yusuf Mubarak (8 tahun). Sudah hafal 15 juz. Siswa SD Almumtaz ini juga merupakan Juara 1 Tahfidz Qur'an tingkat kota Pontianak dan sekitarnya Tahun 2016 yang dilaksanakan oleh Labinas beberapa waktu lalu.

"Yusuf Mubarak diumur 3 tahun sudah hafal juz 30. Umur 4 tahun sudah bisa baca Al Qur'an. Menghafal Alquran menjadikannya terbiasa konsentrasi dan membuatnya cerdas. Di sekolah, Yusuf kerap juara kelas. Semoga jagi motivasi kita semua", ujar Hamdani, ketua panitia Majelis Qur'an. (*)

 

 

 

Berita Terkait