Alishter-KP3 Kalbar

Alishter-KP3 Kalbar

  Kamis, 21 March 2019 09:58
PENINGKATAN WAWASAN: Para petani di Kabupaten Mempawah mengikuti pelatihan. WAHYU JARTHAKUSUMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Puluhan Petani Ikut Pelatihan Herbisida Terbatas

 

MEMPAWAH - Meningkatkan wawasan petani, Alishter bekerjasama dengan Komisi Pengawasan Pupuk Pestisida (KP3) Provinsi Kalbar menggelar Pelatihan Herbisida Terbatas Pakai, Rabu (20/3) pagi di Wisma Chandramidi Mempawah. Pelatihan yang diikuti puluhan petani itu dibuka Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian, Agus Sukmadi.

“Pemerintah Kabupaten Mempawah mengapresiasi dan menyambut baik dilaksanakannya kegiatan pelatihan ini. Karena, pelatihan ini sangat memberikan manfaat yang besar kepada petani. Melalui pelatihan ini, petani lebih mengenal tentang herbisida,” kata Agus Sukmadi dalam sambutannya.

Disamping memberikan pemahaman tentang penggunaan pestisida terbatas, menurut Agus, pelatihan ditujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Mempawah khususnya dan Indonesia umumnya. Sebab, sektor ketahanan pangan sangat penting dan strategis dalam menjamin keamanan negara.

“Jika pangan tidak tercukupi, maka keamanan dan politik negara bisa terancam. Beberapa puluh tahun lalu Uni Sovyet runtuh akibat tidak bisa memenuhi pangan dalam negeri. Maka kondisi itu dimanfaatkan negara luar. Termasuk Indonesia, dengan jumlah penduduk yang besar, jika tidak mampu mengatasi kebutuhan pangan maka kita bisa hancur,” tegasnya.

Senada itu, Perwakilan KP3 Provinsi Kalbar, Hermanto mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi aktif mensukseskan kegiatan pelatihan herbisida terbatas di Kabupaten Mempawah. “Terimakasih kepada Alishter dan Dinas Pertanian Kabupaten Mempawah yang telah mendukung kegiatan ini. Kegiatan ini akan memberikan ilmu bermanfaat bagi petani di Kabupaten Mempawah. Terutama terhadap penggunaan herbisida terbatas,” tegasnya.

Di tempat sama, Direktur Pelaksana Harian Alishter, Safrizal mengungkapkan, pelatihan yang dilaksanakannya menindaklanjuti  Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 39 tahun 2015. Dalam peraturan itu menyebutkan, pengguna pestisida terbatas adalah orang yang memiliki sertifikat.

“Tentunya sertifikat ini tidak bisa kita bagikan secara cuma-cuma. Melainkan harus diberikan setelah mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus. Dalam penentuan syarat kelulusan, tidak kita nilai dari kemampuan peserta. Melainkan peserta yang hadir sejak awal hingga selesai kegiatan pelatihan maka dianggap lulus,” paparnya.

Safrizal menjelaskan, Alishter sendiri merupakan gabungan dari 49 perusahaan yang berdiri sejak tahun 2015 lalu. Kemudian, sejak tahun 2016-2018, pihaknya telah melaksanakan kegiatan pelatihan di 111 kabupaten dan kota, 26 provinsi dengan melibatkan 12.200 petani se-Indonesia.

“Untuk tahun 2019 ini, kami rencananya akan melaksanakan pelatihan di 27 provinsi dan 46 kabupaten/kota. Alhamdulillah, Mempawah merupakan pelatihan ke 3 se-Indonesia. Sebelumnya di Landak dan Belitung,” ujarnya.

Ke depan, dia berharap Alishter dapat secara konsisten melaksanakan kegiatan pelatihan untuk para petani lokal. Terkait pelatihan itu pula, dirinya menyebut terdapat sejumlah materi penting dari KP3 Provinsi Kalbar. Materi akan akan disampaikan secara detail kepada para peserta pelatihan.

“Misalnya materi tentang membaca label, pencegahan keracunan dan pertolongan darurat. Yang penting juga materi kalibrasi. Di sesi terakhir akan dilakukan praktek. Kita juga akan memberikan doorprize kepada peserta. Nanti akan kita adakan kuis. Silahkan perhatikan materinya dengan sebaik mungkin,” tukasnya. (wah)

Berita Terkait