Alasan Suntik Kolagen Lebih Efektif Dibanding Krim Wajah

Alasan Suntik Kolagen Lebih Efektif Dibanding Krim Wajah

  Kamis, 29 September 2016 20:11
Ilustrasi Jawa Pos

Berita Terkait

Kolagen mampu mencegah penuaan dini pada kulit wajah. Namun seiring bertambahnya usia, jumlah kolagen juga menurun.

Kolagen adalah komponen protein utama yang membentuk dermis, salah satu lapisan terluar kulit setelah epidermis. Protein ini penting untuk menjaga kulit tetap kencang dan lentur.

“Ibarat kasur, ketika masih baru, ia masih kencang dan elastis. Lama-kelamaan, kasur akan kempes,” jelas Dokter Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat, dr. Anna Gunawan, SpKK, Kamis (29/9).

Normalnya, kata dia, kolagen berperan saat kita menggunakan otot-otot di wajah untuk tersenyum, mengerutkan kening, menyipitkan mata. 

Namun, saat kolagen mengalami stres justru dapat mengakibatkan munculnya garis atau bahkan keriput di wajah.

Saat ini, ada banyak produk kolagen yang beredar di pasar. Ada yang berupa krim, suplemen, hingga suntikan kolagen.

“Yang menjadi pertanyaan adalah apakah bahan-bahan tersebut efektif untuk menghilangkan keriput? Salah satu produk kolagen yang banyak dipasarkan adalah yang berbentuk krim,” tegasnya.

Menurut Anna, pada dasarnya, krim hanya bekerja pada permukaan kulit sama seperti pelembab. Tujuannya adalah untuk menghambat 

penguapan air dari lapisan dermis sehingga kulit tetap lentur. 

Pelembab kulit, baik yang mengandung ataupun yang tanpa kolagen tidak dapat menembus kulit, dan umumnya produk semacam ini tidak dirancang untuk diserap kulit.

“Karena itu, dapat dikatakan produk semacam ini tidak dapat mencegah penurunan kadar kolagen ataupun membuat keriput menghilang,” katanya.

Anna menilai suntik kolagen lebih efektif bagi kulit. Suntik kolagen bertujuan untuk mengisi dan mengganti kolagen alami dalam kulit.

“Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penyuntikan kolagen mampu mengurangi garis-garis pada kulit dan membantu memudarkan bekas luka,” jelasnya.

Normalnya, kolagen yang disuntikkan dari luar akan menggantikan kolagen pada lapisan dermis yang jumlahnya kian menurun seiring bertambahnya usia. 

Kolagen dalam bentuk suntikan terbuat dari kulit sapi yang diproses dan ada juga yang sintetis. 

Kolagen sintetis ini dikenal sebagai human collagen product yang banyak beredar di pasaran.(cr1/JPG)

Berita Terkait