Aktor Intelektual dan Eksekutor Harus Terungkap

Aktor Intelektual dan Eksekutor Harus Terungkap

  Kamis, 11 July 2019 11:52
NOVEL: Penyidik KPK Novel Baswedan (kanan) didampingi Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo (kiri) menyampaikan tanggapan atas hasil Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF) di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Rabu (10/7)..FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Berita Terkait

Novel Berharap Temuan Tim Investigasi Bukan Spekulasi

JAKARTA – Laporan tim investigasi bentukan Polri belum sepenuhnya menjawab rasa penasaran publik terkait penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Siapa terduga pelaku lapangan hingga aktor intelektual di balik teror pada 11 April 2017 itu belum jelas.

Itu pula yang dirasakan Novel sebagai korban. Dia mengaku belum mendapat pemberitahuan apa pun terkait laporan tersebut. Khususnya terkait temuan baru yang diperoleh tim setelah bekerja selama enam bulan sejak Januari lalu. ”Jujur, saya belum mendengar apa konferensi pers yang disampaikan tim gabungan,” kata Novel kemarin (10/7).

Sebagaimana diberitakan, tim investigasi telah menyusun laporan setebal 1.670 halaman. Perinciannya, 170 halaman laporan dan 1.500 halaman lampiran. Tim mengklaim mendapat temuan baru terkait kasus penyerangan terhadap Novel. Namun, temuan itu baru disampaikan pekan depan, setelah berkas laporan diserahkan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Novel berharap keterangan yang disampaikan tim tersebut bukan hanya spekulasi tentang siapa aktor intelektualnya. Melainkan, juga eksekutor yang menyiramkan air keras. ”Tidak mungkin ada pengungkapan pelaku kejahatan seperti ini (penyiraman air keras, Red), tapi kemudian hanya dimulai dengan spekulasi aktor intelektual,” tegasnya.

Dia khawatir spekulasi tentang aktor intelektual tanpa menyeret pelaku lapangan justru akan memperkeruh kasus tersebut. Spekulasi tanpa pembuktian juga bisa menimbulkan beragam persepsi publik. ”Kalau hanya spekulasi dan pelakunya (pelaku lapangan, Red) sama sekali tidak dapat, maka sia-sia,” ujarnya.

Kualitas laporan tim, menurut Novel, menjadi pertaruhan bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Karena itu, dia berharap laporan yang disampaikan pekan depan benar-benar sesuai harapan. ”Tentunya kita semua doakan agar upaya untuk mengungkap ini (teror air keras, Red) adalah suatu hal yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan serius,” tandasnya.

Secara terpisah, Kadivhumas Polri Irjen M. Iqbal mengatakan bahwa laporan detail akan disampaikan Polri bersama dengan tim investigasi. ”Pejabat utama Polri juga belum tahu hasilnya. Kan masih dipelajari Kapolri,” ungkapnya di sela perayaan HUT Ke-73 Polri di Silang Monas kemarin.

Dalam kesempatan itu, dia meluruskan perihal nama tim investigasi yang diketuai Nur Kholis, eks komisioner Komnas HAM, tersebut. Nama sebenarnya Tim Pakar Investigasi Kasus Novel. Bukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sebagaimana yang telah banyak beredar.

Tim pakar memiliki beberapa rekomendasi yang belum diungkap. Polri memastikan akan menindaklanjutinya. ”Misalnya, rekomendasinya A, B, C, dan D, ya kami lakukan,” tutur Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Menurut dia, laporan dari tim pakar akan sangat bermanfaat bagi pengusutan kasus tersebut. Sebab, anggota tim tersebut merupakan ahli di bidang masing-masing. Ada pula dua mantan komisioner Komnas HAM. ”Kompetensinya tidak perlu diragukan, pengalamannya banyak,” tandasnya. (tyo/idr/c10/fal)

Berita Terkait