Aktivitas Penuh Berkah yang Menyenangkan

Aktivitas Penuh Berkah yang Menyenangkan

  Senin, 28 May 2018 10:00

Berita Terkait

BANYAK kegiatan positif yang dilakukan generasi muda dalam mencari berkah pahala di bulan Ramadan ini. Nggak hanya berkunjung dan memberi bantuan ke panti asuhan, beberapa remaja turut aktif dan sangat antusias menggalang agenda Sahur On The Road (SOTR). SOTR adalah kegiatan membagi-bagikan makanan sahur kepada orang-orang kurang mampu dan musafir yang ada di jalanan. Kegiatan konvoi ini dimulai dengan kumpul bersama di titik yang ditentukan saat dini hari, sekitar pukul 02.00 atau 02.30 WIB. Cerita beragam saat SOTR pun dirasakan oleh ketiga sobat Z berikut. (ghe)

Haru Saat Bertemu Kaum Dhuafa dan Musafir

Tedi Filarba (@utitedihaqiqi)

Mahasiswa FISIP Sosiologi Untan

Nggak hanya menghadirkan sensasi asyik, SOTR juga memberikan manfaat buat Tedi Filarba. Ada rasa haru dalam dirinya saat membagikan nasi kepada orang yang kurang mampu dan musafir. Rasa haru inilah yang membuat Mahasiswa FISIP Sosiologi ini selalu berusaha gabung SOTR saat Ramadan tiba.

“Kalau dihitung-hitung aku udah ikut SOTR sebanyak empat atau lima kali,” ujarnya. Kegiatan sosial ini menjadikan Tedi peka akan lingkungan sosial dan kehidupan masyarakat yang kurang mampu di sekitar kita. Selain itu, doi juga senang bisa bersilaturahmi dan turun ke jalan bersama kawan-kawan satu organisasi FKMI Nuruddin Fisip Untan.

Selama mengikuti SOTR, Tedi belum pernah mengalami tantangan berarti. Intinya, SOTR semakin mengasah sisi religius Tedi. Ia juga bersyukur, kedua orang tua sangat mendukung. Selama kegiatannya positif dan nggak menculik anak orang.

 

Seru Masak Bareng Teman 

Zhafiera Ivaliant Amanda (@zhafieraivaliantamanda)

Mahasiswi FISIP Ilkom Untan

Suka cita SOTR selalu dikenang Zhafiera Ivaliant Amanda. Gadis cantik berhijab ini kerap menjadikan SOTR sebagai ajang silaturahmi dan seru-seruan bareng teman-teman Forum Genre Kalbar. Nggak heran, doi lumayan sering mengikuti agenda ini.

“Kebetulan masak makanannya pun bareng teman-teman. Jadi, untuk distribusi ke musafir pure masakan hasil kami,” tuturnya. Tahun 2018 jadi tahun ketiga buat Mahasiswi Ilkom Fisip Untan ini mengikuti SOTR. Zhafiera dan teman-teman juga sudah mulai merencanakan mencari barang untuk masakan. Kemudian mencari spot untuk membagikan sahur dan membuat lingkaran sahur bareng.

“Cuma SOTR kali ini berbeda dari yang sebelumnya. Kalau dulu sempat SOTR bareng gebetan, hehe,” akunya. Sejauh ini, tantangan yang dialami hanya sebatas ngantuk dan mesti siap-siap dari habis tarawih. Insya Allah, jam tidur yang berkurang jadi berkah. Mama dan papa Zhafiera juga sangat mendukung kegiatan ini. Keduanya senang jika anak-anaknya mengikuti kegiatan positif.

 

Pengalaman Keluar Rumah Dini Hari

Della Anugrah Pratiwi (@dellaanugrahp)

Mahasiswi FKIP Bahasa Inggris Untan

Nggak sekadar berbagi, mahasiswi FKIP Bahasa Inggris Untan ini mengaku bisa merasakan sensasi tidur hanya setengah jam dan keluar rumah dini hari. Kebetulan, dirinya nggak memiliki pengalaman keluar rumah selarut saat melaksanakan sahur bersama.

“Senang bisa keliling kota bareng teman-teman buat bagikan sahur dan bersilaturahmi dengan orang banyak,” curhatnya. Tantangan terbesar sebelum menjalankan SOTR lebih kepada izin dan menjelaskan kepada orang tua. Nggak mudah bagi anak cewek sepertinya menjalankan kegiatan pada dini hari. Selain itu, ia juga sempat memiliki pengalaman kehujanan bersama teman-teman saat memberikan makanan sahur.

“Cuaca yang hujan saat itu nggak menyurutkan niat dan langkah kami untuk tetap berbagi kepada orang yang membutuhkan,” tutupnya. 

Berita Terkait