Aksi Koboi Jalanan Tewaskan Perwira TNI

Aksi Koboi Jalanan Tewaskan Perwira TNI

  Kamis, 27 December 2018 09:56
TEMPAT TERAKHIR: Letkol Cpm Dono Kuspriyanto, korban penembakan Serda JR dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Dreded, Bogor, Rabu (26/12).

Berita Terkait

Gara-gara Mobil Korban Serempet Motor Pelaku

JAKARTA - Aksi koboi jalanan terjadi di Jakarta pada Selasa malam (25/12). Kejar-kejaran di jalan, disertai tembakan, merenggut korban jiwa seorang perwira menengah TNI AD.

Korban adalah Letkol CPM Dono Kuspriyanto yang bertugas di satuan Polisi Militer Angkatan Darat POM AD. Adapun pelaku penembakan adalah JR, oknum anggota TNI Angkatan Udara berpangkat Serda, yang bertugas di POM AU.

Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel (Inf) Kristome Sianturi, membenarkan telah terjadi penembakan yang menewaskan perwira menengah TNI AD. “Kejadiannya di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur. Awalnya karena mobil korban menyerempet motor pelaku,’’ ucapnya kemarin di Markas Kodam Jaya, Jakarta, kemarin (26/12).

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kodam Jaya, korban mengendarai mobil dinas dengan nomor registrasi 2334-34 tanpa memengunakan seragam. Korban yang melintas di jalan tersebut menyerempet motor yang dikendarai pelaku.

JR yang tidak terima motornya diserempet kemudian mengejar mobil yang dikemudikan korban. ’’Karena tidak terima dikejarlan korban dan dijegat,’’ katanya.

Kristome melanjutkan, pelaku yang berhasil mengejar dan mencegat korban melayangkan tembakan ke arah depan mobil yang mengenai kaca depan. ’’Tembakannya dua kali dibagian depan,’’ jelasnya.

Namun tembakan tersebut tidak bisa menghentikan mobil yang dikemudikan oleh korban. Dono masih bisa melajukan mobilnya dan pelaku masih mengarakan tembakan kebagian belakang mobil dan mengenai kaca bagian bawah sebelah kiri dan nomor plat.

Seketika itu juga mobil yang dikendarai korban terhenti dengan kondisi mesin masih menyala. ’’Mobil berhenti karena korban mendapatkan luka tembak pada bagian pelipis dan luka tembak tembus dari punggung ke perut,’’ tambahnya.

Setelah melakukan aksinya pelaku melarikan diri dengan mengunakan ojek dan meninggalkan motor miliknya. Petugas gabungan Polda Metro Jaya, Pomdam Jaya, POM AU dan Den inteldam Jaya. Datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara sekaligus memindahkan korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi dan visum. Saat dilakukan olah TKP didapati sembilan butir selongsong peluru, satu tas berisikan handphone milik pelaku dan identitas.

Setelah melakukan kordinasi dan dibentuk tim gabungan untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku. Rabu (26/12) pukul 04.24 pagi tim gabungan berhasil mengamankan JR di Jalan Wijaya Kusuma, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Berdasar keterangan saksi mata yang tidak bersedia disebut namanya, pada Selasa malam sekitar pukul 22.30 dia melihat sebuah mobil berwarna hijau dikejar oleh pengendara motor Yamaha Nmax dari arah kampung melayu menuju matraman, Jakarta Timur. ’’Saya posisi di depan Rumah Sakit Hermina lihat mobil ngebut sambil dikejar sama motor,’’ ucapnya.

Selanjutnya korban yang mengemudikan mobil dinas masuk jalur Trans Jakarta dan terjebak karena situasi saat itu jalan sedikit tersendat. Pengedara motor yang tadinya mengejar memarkirkan motornya di atas trotoar.

Saksi mata yang berprofesi sebagai pedagan mendengar suara letusan dari senjata api lebih dari satu kali. ’’Kalau saya liat dari jauh pengendara motornya mendekati mobil yang tadi dikejar dan terdengar bunyi tembakan kurang lebih empat kali,’’ imbuhnya.

Namun setelah dihadang oleh JR mobil yang dibawa oleh dono masih melaju sejauh 100 meter dan berhenti tepat di seberang Sekolah Santa Maria. ’’Pas mobil itu berhenti saya dan warga sekitar mencoba melihat ternyata ada bapak-bapak badannya sudah penuh darah bekas tembakan,’’ ungkapnya. (wib)

Berita Terkait