Aksi Kejahatan di Pontianak Semakin Marak

Aksi Kejahatan di Pontianak Semakin Marak

  Sabtu, 18 June 2016 10:12

Berita Terkait

Berulang kali keluar masuk penjara ternyata masih belum membuat, Ek jera untuk mengulangi aksi kejahatannya. Ia malah kembali melakukan aksi pencurian di sebuah rumah Jalan Karna Sosial, Kelurahan Akcaya, Pontianak pada 11 Juni lalu.

****

AKSI kejahatan yang dilakukan pelaku itu pun terbilang berhasil. Sejumlah barang berharga milik korban, yakni dua unit notebook, dua unit telepon genggam, dan satu unit kamera saku dengan total kerugian mencapai Rp10 juta.

Korban yang mengetahui rumahnya telah diobrak-abrik maling pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Sektor Pontianak Selatan. Polisi pun mulai melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

Dari hasil keterangan korban, bukti-bukti yang didapat di lokasi kejadian dan informasi polisi pun akhirnya mendapatkan identitas terduga pelaku yang tidak lain adalah seorang penjahat kambuhan.

Kapolsek Pontianak Selatan AKP Ridho membenarkan jika jajarannya telah berhasil melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku pencurian dengan pemberatan yang kerap meresahkan masyarakat.

“Tersangka Ek, kami tangkap pada Rabu 15 Juni kemarin. Ditangkap di Jalan Dr Soetomo. Saat ditangkap tersangka berusaha melawan dan melarikan diri, sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di arah kaki,” kata Ridho, Jumat (17/6).

Ridho menuturkan, dari tangan tersangka, didapatlah sejumlah barang bukti hasil kejahatan, yakni satu unit telepon genggam sementara untuk barang bukti lain seperti yang dilaporkan korban masih dilakukan pengembangan.

“Tersangka telah mengakui perbuatannya, bahwa ia memang melakukan pencurian di sebuah rumah di Jalan Karna Sosial,” ucapnya.

Dari pengakuan tersangka, lanjut dia, ia melakukan pencurian di rumah korban yang saat itu dalam keadaan kosong. Rumah tersebut memang sudah dijadikan target karena sudah diintai sebelumnya.

“Masih dari pengakuannya, tersangka masuk melalui jendela belakang dengan cara mencungkil. Setelah itu masuk dan mengambil sejumlah barang berharga,” sambungnya.

Ridho menyatakan bahwa dari catatan kepolisian tersangka merupakan penjahat kambuhan yang sudah sering keluar masuk penjara. Sesuai dengan perbuatannya, maka ia akan dikenakan pasal 363 dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun.

“Tentu akan kami dalami siapa penadah barang hasil kejahatan tersangka,” tegas Ridho. (adg)

Berita Terkait