AKBP Hartono Konsumsi Sabu Barang Bukti

AKBP Hartono Konsumsi Sabu Barang Bukti

  Rabu, 1 Agustus 2018 13:11
TES URINE: Kabid Dokkes Polda Kalbar Kombes Pol Sucipto menunjukkan hasil tes Urine sejumlah anggota Polda Kalbar disaksikan oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono. Tes urine ini dilakukan pasca tertangkapnya Wadir Reserse Narkoba Polda Kalbar, AKBP Hartono karena kasus narkoba. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Pemeriksaaan Masuki Tahap Akhir

JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengungkap fakta baru saat memeriksa mantan Wakil Direktur Reserse Narkoba (Wadirresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hartono. 

Perwira menengah Polri ini sebelumnya ditangkap petugas Aviation Security (Avsec) karena diduga membawa sabu-sabu saat berada di Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (28/7) lalu.  

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Biro Penmas) Polri Brigadir Jenderal M Iqbal di Jakarta, kemarin (31/7), mengatakan AKBP Hartono yang sudah dimutasi di Pelayanan Markas (Yanma) Polri itu diduga mengonsumsi sabu-sabu dari barang bukti tindak kejahatan narkoba.

Iqbal menjelaskan, AKBP Hartono  diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan. “Yang bersangkutan melakukan perbuatan di luar kewenangannya yaitu mengambil sabu 23 gram untuk digunakan sendiri,” kata mantan Kapolres Metro Jakarta Utara, itu di Jakarta, kemarin (31/7).

Iqbal menjelaskan, AKBP Hartono datang ke Jakarta untuk melakukan pengembangan salah satu kasus narkoba. Hartono menyusul timnya yang sudah lebih dulu berada di Jakarta untuk pengembangan kasus tersebut. Menurut Iqbal,  Hartono lantas ingin pergi ke Kendari, Sulawesi Tenggara, membesuk istrinya yang sedang sakit. 

Sebelum jadi Wadir Reserse Narkoba Polda Kalbar, Hartono pernah menjabat Kanit Satuan Penyidikan Direktorat Narkoba Polda Sulawesi Tenggara dan Kasat Narkoba Polres Kendari.

Dari Jakarta, rencananya Hartono transit terlebih dahulu di Surabaya sebelum terbang ke Kendari. Saat hendak check in di Terminal I A, Hartono diamankan petugas setelah ditemukan barang terlarang yang dibawanya. "Hasil pemeriksaan terakhir barang buktinya sekitar 23 gram," ujar Iqbal.  

Dia mengatakan selain Hartono, penyidik juga akan memeriksa urine timnya untuk memastikan apakah ada indikasi pemakaian narkoba atau tidak.  “Ya kami akan lakukan untuk kepentingan pengecekan,” jelasnya.

Iqbal mengaku belum tahu sudah berapa lama AKBP Hartono mengonsumsi narkoba. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa Hartono telah beberapa kali mengkonsumsi sabu-sabu. Menurut dia, hal itu nantinya akan diketahui berdasar hasil pemeriksaan di Polda Metro Jaya. “Itu nanti akan kami lakukan proses penyidikan di Polda Metro Jaya,” ungkap Iqbal.

Iqbal menambahkan, saat ini pemeriksaan Divisi Propam Polri terhadap Hartono sudah memasuki tahap akhir. Sebentar lagi Hartono akan diserahkan ke Polda Metro Jaya. Hal ini mengingat lokasi dan waktu kejadiannya ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Dia mengatakan, proses kode etik profesi dan disiplin akan terus berjalan. Menurut Iqbal, pimpinan Polri akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun baik itu pamen hingga perwira tinggi (pati) jika diduga melakukan pelanggaran. Iqbal menegaskan, anggota Polri yang mempertaruhkan jiwa raga untuk memberantas narkoba dan memiliki rekam jejak yang bagus akan diberikan penghargaan. 

Hal ini sudah dilakukan Polri saat keberhasilan anggotanya membongkar sindikat narkoba internasional di Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu. Namun, Iqbal menegaskan, jika ada anggota yang terperangkap narkoba seperti AKBP Hartono ini akan langsung ditindak tegas. “Agar hikmah yang diambil adalah jangan pernah coba-coba lagi. Sayang, dia sudah AKBP, sudah puluhan tahun mengabdi, kariernya, belum lagi malu dengan keluarga dan orang tua yang membangga-banggakan,” katanya.

Iqbal mengatakan, Polri akan terus melakukan kegiatan pengecekan urine anggotanya secara rutin dan mendadak. Selain itu, Polri tidak henti-hentinya memberikan imbauan kepada seluruh anggota Polri. “Ada proses binaan mental terhadap proses seminggu dua kali setiap Kamis dan Jumat. Kami lakukan pemahaman bahwa dalam proses berkarier di kepolisian sebagai pelingung, pengayom masyarakat, Polri harus menjadi suri teladan,” ujar Iqbal.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, kasus ini menjadi pelajaran berharga agar jangan sekali-kali anggota polisi mencoba-coba menggunakan narkoba. "Karena pimpinan akan keras. Kepada masyarakat yang menggunakan saja keras apalagi anggota sendiri, kami akan lebih keras," ujar Setyo kemarin.

Sebab, ujar Setyo, polisi adalah yang seharusnya memberantas narkoba di Indonesia. "Kalau pemberantasanya sendiri terlibat narkoba, bagaimana? Tidak bisa," kata jenderal bintang dua itu. 

Sementara itu Manajemen Angkasa Pura (AP) I gerah dikaitkan keterlibatan AKBP Hartono. Sebelumnya diberitakan bahwa AKBP Hartono ditangkap di Bandara Soetta setelah terbang dari Surabaya. Namun manajemen Angkasa Pura I menepis informasi ini setelah mendapatkan bukti cetakan dua boarding pass milik Hartono. 

Tiket dengan nama Hartono SIK Mr (Sarjana Ilmu Kepolisian  Mister) tercetak untuk dua penerbangan. Masing-masing Lion Air JT 0588 Jakarta-Surabaya dengan waktu boarding 09.30 dan Lion Air JT 0722 Surabaya-Kendari boarding 16.00. 

''Yang bersangkutan berangkat ke Kendari dari Jakarta, transit di Surabaya. Sebelum sampai Surabaya sudah tertangkap,'' terang Vice President Airport Security Kantor Pusat Angkasa Pura 1 Dony Subardono kemarin (31/7). 

Dony menepis informasi Hartono yang tertangkap di Jakarta setelah turun dari pesawat dari Surabaya. ''Saya tidak tahu itu sumbernya dari mana. Yang jelas kami menyerahkan penanganan kasus itu kepada Mabes Polri,'' lanjut kepala keamanan Bandara AP 1 yang menaungi 13 bandara.

Sementara itu, Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono  bersama tim BNN dan Dokkes Polda Kapbar melakukan tes urine secara mendadak di Ditresnarkoba Polda Kalbar, Selasa (31/7). Didi mengatakan tes urine dilakukan secara acak dan mendadak terhadap 14 dari 100 lebih personel lingkungan Ditresnarkoba Polda Kalbar. 

Didi menjelaskan bahwa tes urine tersebut dilakukan sebagai bukti bahwa jajaran Polda Kalbar serius dalam memberantas narkoba, termasuk di lingkungan Polda Kalbar sendiri. Didi bersyukur semua hasilnya negatif. 

Jenderal bintang dua ini kepada anggotanya menyampaikan bahwa pemberantasan narkoba adalah tanggung jawab bersama sebagai anggota Polri. Menurut Didi, perjuangan menjadi anggota Polri tidak mudah. Karena itu, jangan sia-siakan perjuangan itu dengan perbuatan tercela. "Tolong  flashback lagi seperti apa perjuangannya sehingga bisa menjadi anggota Polri. Ini agar bisa menjadi renungan," ungkap Didi. 

Lebih lanjut Didi dan pimpinan Polda Kalbar mengaku bersedih atas kejadian yang menimpa AKBP Hartono. "Saya harap apa yang menimpanya menjadi terakhir di Polda Kalbar," harap Didi. 

Setelah memberi arahan Didi melakukan tes urine kepada anggota Ditresnarkoba Polda Kalbar. (boy/sep/jpnn). 

Berita Terkait