Akan Berdiri SMA di Empanang

Akan Berdiri SMA di Empanang

  Rabu, 1 June 2016 09:46
SMPN 1 EMPANANG: SMP Negeri 1 Empanang menjadi salah satu fasilitas sekolah yang dimiliki Kecamatan Empanang. Kini di Empanang akan berdiri satu unit SMA untuk menampung para lulusan SMP. SEKOLAH.DATA.KEMDIKBUD.GO.ID

Berita Terkait

Sarana dan prasarana pendidikan tingkat SMA di kawasan perbatasan masih sangat terbatas. Akibatnya anak-anak di perbatasan yang ingin melanjutkan pendidikannya ke tingkat sekolah menengah atas (SMA) kesulitan. Namaun ke depan, itu tidak akan terjadi lagi. Pemerintah akan menambah gedung SMA di kawasan perbatasan, tepatnya di Kecamatan Empanang.

RENCANA pembangunan gedung SMA di Empanang dibenarkan Bambang, kepala Kecamatan (Camat) Empanang. Dia mengungkapkan jika gedung tersebut akan dibangun dengan menggunakan dana APBN. SMA yang dimaksud dia, akan dibangun di Desa Nanga Kantuk, di atas tanah yang dari hibah masyarakat seluas 1.300 meter persegi. “Tanahnya sudah siap, tanah tersebut dihibah oleh masyarakat," terangnya, Selasa (31/5) di Putussibau.

Menurut Bambang, pembangunan SMA yang menggunakan dana APBN tersebut akan memakan dana sebesar Rp3 miliar. Untuk bentuk atau pembangunan sekolah tersebut, dirinya mengaku belum mengetahui. Namun, dia menambahkan, semuanya tergantung dari juklak dan juknis Pemerintah Pusat. Selama ini masyarakatnya, diakui dia, khususnya anak-anak yang tamat SMP, bingung melanjutkan pendidikan karena harus keluar kecamatan.

“Mereka terpaksa harus sekolah di Kecamatan Badau, Sintang, bahkan ada yang sekolah ke Malaysia. Ada yang (bahkan) tak melanjutkan pendidikan," ujarnya. Ia mengatakan, melihat kriteria pembangunan SMA di Empanang sebenarnya belum masuk kategori. Anak-anak di sana, menurut dia, selama ini hanya ditopang oleh satu SMP ditambah dengan satu SMP di Kecamatan Puring Kencana. “Tetapi ini merupakan kebutuah mendesak,” ucapnya.

Dijelaskan dia, seharusnya standarnya dalam satu wilayah diperkuat dengan tiga SMP, sehingga baru bisa dibangun sekolah SMA. Tapi, dia menambahkan, karena diperlakukan secara khusus, jadi pembangunan gedung SMA tetap harus dilakukan. Untuk tahun ini saja, diakui dia, tamatan dari dua SMP, baik Empanang maupun Puring Kencana hanya berjumlah 67 siswa. Untuk dia sangat mendukung wacana pembangunan SMA. “Jangan sampai dipembatakan nantinya Pemerintah Pusat,” ucapnya.

Sejauh ini kata Bambang, dari konsultan dan Dinas Pendidikan setempat, mereka sudah melakukan peninjauan lokasi pembangunan. Ditambahkan Mansir, warga perbatasan di Kecamatan Puring Kencana, sangat menyambut baik rencana pemerintah melakukan pembangunan SMA di Empanang. "Anak-anak kami tidak putus sekolah dan tak lagi harus sekolah ke Malaysia," ungkapnya.

Mansir menjelaskan, di Kecamatan Puring Kencana terdapat sembilan SD dan satu SMP, dengan fasilitas yang minim. Selain itu siswanya pun minim, karena banyak siswa yang sekolah di wilayah lain, termasuk di Malaysia. Tak hanya itu, fasilitas belajar pun, diakui dia, menjadi pertimbangan lain bagi warga Puring Kencana sekolah ke Malaysia. “Sekolah di Batu Lintang, Malaysia, fasilitas sangat lengkap,” jelasnya.

Dia menceritakan, sekolah di Malaysia sudah menggunakan laptop dan tinggal di asrama. Selain itu, lanjut Mansir, peluang untuk mendapatkan pekerjaan di Malaysia setelah tamat sekolah, juga menjadi daya tarik bagi anak-anak usia sekolah di wilayahnya. Apalagi, dia menambahkan bagaimana mereka diwajibkan memiliki orang tua angkat atau saudara yang berwarga negara Malaysia sebagai penjamin selama sekolah di sana. (aan)

Berita Terkait