Ajarkan Siswa Membuat Pupuk Kompos

Ajarkan Siswa Membuat Pupuk Kompos

  Jumat, 8 March 2019 09:21
PUPUK KOMPOS: Sejumlah siswa dari SMPN 8 Ketapang, antusias mencampur bahan-bahan untuk pembuatan pupuk kompos. afi/pontianak post

Berita Terkait

KETAPANG - Yayasan Palung mengajak siswa-siswi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Ketapang membuat pupuk kompos pada Senin (4/3). Kegiatan menarik minat sejumlah siswa-siswi untuk terlibat langsung membuat dan menggunakan pupuk kompos untuk tanaman. 

Pada kesempatan tersebut, Yayasan Palung mengajarkan siswa-siswi membuat pupuk kompos sebagai satu cara bijaksana ramah terhadap lingkungan. "Sejumlah siswa sangat antusias mengikuti tahapan-tahapan membuat pupuk kompos," kata Asbandi dari program Suistainable Livelihood (SL) Yayasan Palung. 

Asbandi menjelaskan cara-cara pembuatan pupuk dan bahan-bahan apa saja yang harus disiapkan. Bahan yang harus disiapkan di antaranya sekam, rumput kering, daun kering, kotoran sapi, sebuk kayu, Mol EE4 dan Dekoprima. Sebelum dicampurkan dan diaduk secara merata, rumput kering terlebih dahulu harus dipotong halus. 

Apabila semua bahan-bahan tersebut telah dicampurkan dan diaduk secara merata, selanjutnya ditutup dan dibiarkan selama tujuh minggu. Setelah tujuh minggu, pupuk kompos siap untuk digunakan sebagai penyubur tanaman, terutama agar tanaman yang berbunga tidak mudah gugur. 

"Penggunaan pupuk kompos ini sangat baik karena ramah lingkungan, juga bisa menghemat biaya bila dibandingkan dengan menggunakan pupuk kimia, serta bisa memanfaatkan sesuatu yang ada di sekitar kita," jelasnya. 

Saat membuat proses membuat pupuk kompos, terlihat satu persatu siswa-siswi bergantian mengaduk pupuk kompos hingga merata. Beberapa di antara mereka juga terlihat bekerjasama memotong rumput kering. 

Setelah pupuk kompos jadi, pihak sekolah bersama siswa-siswi akan mencoba pupuk kompos di kebun sekolah mereka. 

Perwakilan dari Yayasan Palung, Mariamah Achmad, mengatakan materi tentang lingkungan dan ramah lingkungan sangat perlu diberikn kepada siswa-siswi di sekolah, termasuk membuat kompos. "Yang terpenting lagi died menggunakan kantong plastik," katanya. 

Pihak sekolah berharap, dengan adanya pupuk kompos ini mereka bisa bertani organik di sekolah dan bisa apliksikan ke mata pelajaran. Selain itu juga, siswa-siswi diharapkan pula bisa mandiri membuat pupuk kompos untuk kemandirian. "Mudah-mudahan juga menumbuhkan kesadaran dan perilaku bijaksana untuk peduli terhadap lingkungan sekitar," kata salah satu guru di SMPN 8 Ketapang.

Seperti diketahui, SMPN 8 Ketapang merupakan sekolah Adiwiyata yang berkerjasama dengan Yayasan Palung. (afi)

 

Berita Terkait