Ajak Orangtua Mendongeng untuk Anak

Ajak Orangtua Mendongeng untuk Anak

  Minggu, 25 September 2016 10:58

Berita Terkait

Tak sedikit orangtua yang bingung dalam mencari cara agar anaknya gemar membaca. Yosa menjelaskan ada beberapa cara agar sang buah hati mencintai buku dan senang membaca.

“Orangtua harus sebagai figur contoh bagi anak-anaknya,” kata Yosa.

Setiap anak yang terlahir sebenarnya memiliki kesukaan atau ketertarikan terhadap buku. Survei membuktikan bahwa anak dari kalangan mana pun ketika di depannya ada buku,  anak tersebut akan membukanya. Baik itu hanya melihat gambar atau membaca. Namun untuk menumbuhkan minat membaca buku tersebut butuhlah peran serta orangtua.

“Ada beberapa kasus yang konsultasi ke saya dan mengatakan bahwa ia sudah membelikan buku, tetapi tetap anaknya tidak suka. Pertanyaannya, apa yang telah dilakukan oleh orangtua tersebut. Apakah hanya membelikan dan diletakkan begitu saja tanpa membacakannya kepada anak?,” tanya Yosa.

Jika ternyata buku itu hanya diletakkan begitu saja, pantas saja sang anak tidak suka dengan buku. “Bagaimana mungkin seorang anak berminat membaca jika tidak dimulai dari  figur contoh,” ungkapnya.

Yosa menuturkan menumbuhkan kegemaran membaca anak juga bisa dengan membiasakan mendongeng kepada anak setiap menjelang tidur. Minimal selama 10 menit. Kebiasaan membacakan dongeng untuk anak dapat merangsang keterampilan bahasa, melatih perhatian si kecil yang lebih panjang, hingga dapat merangsang daya imajinasi aktif anak. 

“Tak hanya itu, menurut para peneliti di University of Chicago, membacakan buku kepada bayi dapat menciptakan koneksi sel otak yang berharga dan akan terus bertahan di sepanjang hidupnya,” jelas Yosa.

Yosa menambahkan Profesor Denny Taylor yang mengepalai bagian studi kesusastraan di Hofstra University di Hempsted, New York menyatakan bahwa membacakan buku cerita akan menyatukan orangtua dan anak dalam kegiatan bersama. “Menciptakankan momen dan kesempatan berharga yang membuat orangtua dan anak dekat secara fisik dan emosi. Sudah begitu, anak tak hanya menjadi cerdas, ia akan punya bonding yang sehat dengan orang tuanya,” tutur Yosa.

Yosa menyarankan agar orangtua berusaha mengenalkan kosakata terlebih dulu dengan membaca cepat atau membaca gambar ketika membacakan bayi atau batita. Memang kebanyakan anak usia batita maupun balita tak bisa duduk diam saat orangtuanya mendongeng. Tetapi orangtua sebaiknya tetap melanjutkan dongengnya, walaupun anaknya bergerak. “Meskipun mereka (anak) bergerak, mereka menyimak apa yang disampaikan,” kata Yosa.

Yosa menambahkan sebaiknya berusaha mengaitkan suatu kejadian dengan sebuah buku. “Misalnya saja saat ke kebun binatang anak melihat aneka satwa, kemudian anak diajak berdiskusi dan melihat buku tentang aneka satwa tersebut,” ungkapnya. (uni)

Berita Terkait