Ajak Anak Gemar Makan Ikan dengan Bernyanyi

Ajak Anak Gemar Makan Ikan dengan Bernyanyi

  Minggu, 25 September 2016 10:54
BERNYANYI: Gubernur Cornelis bersama istri, Frederika, berbaur dengan siswa SD Kota Sanggau menyanyikan gerakan makan ikan, pada Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-44, HKP ke-44, Hari Pangan Sedunia ke-36, HARGANAS XXII, dan pencangan PKK-KB-Kes Tahun 2016 se-Provinsi Kalbar di Kabupaten Sanggau, kemarin. HUMASPROV FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Peringatan Hari Pangan Sedunia di Kota Sanggau

Pemerintah terus mengampanyekan makan ikan bagi anak-anak. Semangat ini pun disuarakan anak-anak ketika menyambut Gubernur Kalbar Cornelis saat menghadiri peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK di Kampung Wisata Sentana di Kabupaten Sanggau. Meski rinai gerimis di Kota Sanggau sore itu, namun tak menyurutkan Cornelis bernyanyi bersama anak-anak sekolah dasar tersebut. 

RAMSES L TOBING, Sanggau

"Lihatlah Kawanku Tubuhku Sehat dan Kuat

Tahukah Rahasianya Dengarlah Bagaimana Caranya

Lautan yang Luas Sawahku Danau dan Kolam

Tempat Ikan yang Kaya Untukmu untuk Kita Semua

Reff. Makanlah Ikan Setiap Hari

         Lele Tuna Nila …… Atau Ikan Apa Saja

Jadilah yang Terbaik Anak Sehat dan Cerdas

            Karena Suka Makan Ikan (2x)

Makan Ikan Makan Ikan setiap hari

Tiada Hari tanpa Ikan Semboyanku (2x)"

Lirik lagu itu terdengar keras dan bersemangat saat dinyanyikan pada peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-44, HKP ke-44 Hari Pangan Sedunia ke-36, HARGANAS XXII, dan Pencangan PKK-KB-Kes Tahun 2016 se-Provinsi Kalbar di Kabupaten Sanggau, beberapa waktu lalu.

Gubernur Kalbar Cornelis yang meninjau stan pameran pun akhirnya ikut bernyanyi bersama anak-anak. Begitu juga dengan Ketua PKK Kalbar Frederika Cornelis juga ikut bernyanyi. 

Cuaca hujan tidak menyurutkan semangat untuk bernyanyi. Meski basah kuyup, lantunan lirik tetap disuarakan. Bahkan semakin keras. Musik pun seakan-akan tak mau berhenti. Begitu dipenghujung lirik, anak-anak kembali lagi menyanyi dari awal. Irama musik pop yang asyik membuat siapapun mendengarnya ingin ikut bernyanyi. 

Kepiawaian anak-anak bernyanyi lagu Aku Suka Makan Ikan ini ternyata latihannya tidak lama. Hanya sepekan sebelum acara itu dimulai. 

Latihan dilakukan sepekan selama di sekolah dan dua kali dilakukan di lokasi acara. Latihan dilakukan setiap hari di awal pelajaran. Tidak memakan waktu lama, hanya lima menit sebelum pelajaran dimulai. 

"Kami mengajarkan anak-anak untuk nyaman menyanyikan lagu ini. Setelah mereka suka tentu terbiasa menyanyikannya," cerita Sania, guru Kelas IV SD Negeri 4 Sanggau. 

Awal mulanya anak-anak dibiasakan mendengarkan lagu ini. Menurutnya, dengan cara seperti ini anak-anak lebih mudah menangkap. Dengan begitu, secara otomatis mereka lebih mudah menghapal lirik lagu yang akan dinyanyikan. 

Dia menyebutkan, ada 160 murid SD yang menyanyikan lagu ini. Mulai dari murid kelas I hingga IV diambil untuk menyanyikan lagu yang memang sudah disiapkan panitia. "Tidak susah mengajar anak-anak ini. Mereka senang ketika diajak bernyanyi," ujar dia. 

Tarisa, murid SD berusia sembilan tahun, saat dijumpai mengaku senang bisa ikut bernyanyi. Dia tetap bersemangat menyanyikan, meskipun harus berhujan-hujanan. Dirinya mengaku telah menghafalkan lagu yang mengampanyekan makan ikan selama seminggu. "Makan ikan itu sehat," ungkapnya polos. 

Selain Cornelis beserta istri berbaur di tengah-tengah siswa yang sebagian berseragam polisi itu, ada juga Bupati Sanggau Paolus Hadi dan istri turut bernyanyi. Usai bernyanyi bersama, Frederika yang juga Ketua Forikan Kalbar itu membimbing siswa mencuci tangan dan menyikat gigi. 

Ketua Forikan Kalbar Frederika Cornelis menuturkan kampanye makan ikan terus dilakukan. "Kampanye ini terus dilakukan setiap kegiatan. Kepada keluarga agar selalu memberikan makan ikan kepada anak-anaknya," jelas Frederika. 

Dia tak menampik jika ada anak-anak yang memang tidak mau makan ikan. Hal seperti itu tinggal keluarga lagi yang mengolah ikan agar mau dikonsumsi anak-anak. "Apakah dibuat nugget atau yang lainnya," kata dia. 

Ikan, menurut dia, memiliki berbagai keunggulan. Di antaranya, disebutkan dia, kaya akan kandungan asam lemak omega tiga. Kemudian mengandung protein yang tinggi dan rendah lemak. 

Karena itu, dengan mengonsumsi ikan menjadi solusi masalah kekurangan gizi. Kemudian dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia pada 2015 untuk konsumsi ikan masyarakat baru mencapai 41,11 kilogram perkapita. (*)

Berita Terkait