Aisyiyah Singkawang Tangani TBC-HIV untuk Semua

Aisyiyah Singkawang Tangani TBC-HIV untuk Semua

  Sabtu, 29 December 2018 09:00
PEDULI KESEHATAN: Penyuluhan TBC di Gereja PIBI Gosyen Singkawang.

Berita Terkait

ORGANISASI Perempuan Muhammadiyah ‘Aisyiyah yang berdiri sejak tahun 1917 dan bersifat non profit di Indonesia turut berperan dalam penanggulangan TBC. Dasarnya  QS. Al-Ma’idah: 31 “...Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya...”. 

Penanggulangan TBC ini merupakan wujud gerakan ‘amar ma’ruf nahi munkar dalam bidang kesehatan. ‘Aisyiyah mulai terlibat pada program nasional penanggulangan TBC melalui dukungan dana Global Fund pada tahun 2004 yang kemudian melalui program Community TBC-HIV Care dipercaya menjadi pengelola dana utama penanggulangan TBC oleh Global Fund. Meskipun bernafaskan Islam namun dalam pergerakannya untuk penanggulangan TBC mencakup semua agama dan kalangan tertentu serta melibatkan banyak pihak baik yang berhubungan dengan kesehatan maupun bukan.

Saat ini cakupan wilayah program Community TBC-HIV Care sebanyak 14 provinsi dan 130 kota/kabupaten. Di Kalimantan Barat, program ini sudah berjalan sejak awal 2017 dengan Kota Pontianak, Singkawang, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Sanggau sebagai area intervensi. Pada tahun 2018 Kabupaten Kubu Raya baru mulai dimasukkan ke area intervensi program. Sub Sub Recipient  (SSR) TBC-HIV Care ‘Aisyiyah Kota Singkawang adalah sebagai pelaku utama program di tingkat Kota Singkawang.

Koordinator Program Penanggulangan TBC Tim SSR Kota Singkawang, Risa Alisanra Julhana menyatakan, Tim SSR Kota Singkawang berada di bawah Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah. Personilnya terdiri dari tiga  orang yaitu Uray Ningrum Sari, SKM sebagai kepala; koordinator program Risa Alisanra Julhana, SKM; serta Ghouri Rizki Zamzami, SE  finance admin. SSR Kota Singkawang mencakup seluruh kecamatan di Kota Singkawang sebagai area intervensi yaitu di Kecamatan Singkawang Utara, Barat, Tengah, Timur, dan Selatan dengan sembilan wilayah kerja yaitu UPT Puskesmas Singkawang Utara I dan II, Barat, Tegah I dan II, Timur I dan II, serta Selatan I dan II. 

“Setiap wilayah kerja puskesmas terdapat kader-kader TBC Komunitas yang telah terlatih. Jumlah masing-masing kader tersebut 21 kader di Kecamatan Singkawang Barat, 29 kader di  Singkawang Tengah, dan 22 kader di Singkawang Selatan. Pada akhir Oktober 2018, Dinas Kesehatan & KB Kota Singkawang melatih masing-masing 30 kader di Kecamatan Singkawang Utara dan Timur yang juga menjadi Kader TBC Komunitas, “ Risa merincikan.  

Menurut Risa, SSR Kota Singkawang dalam penanggulangan TBC melaksanakan berbagai kegiatan seperti penyuluhan, advokasi dengan OPD, legislatif, eksekutif, CSO (Civil Society Organization), maupun lembaga filantropi serta berbagai kegiatan pelatihan. Selain memiliki Kader TB Komunitas, SSR Kota Singkawang juga memiliki para Tokoh Agama/Tokoh Masyarakat dari berbagai etnis dan elemen agama. 

Dalam kegiatan penyuluhan, SSR Kota Singkawang banyak melibatkan peran tokoh agama/tokoh masyarakat serta kader. Kader komunitas memiliki tugas diantaranya melakukan investigasi kontak berupa pelacakan dan pemeriksaan yang ditujukan pada orang-orang yang kontak dengan pasien TBC untuk menentukan ada tidaknya infeksi atau sakit TBC dan  memberikan pengobatan yang tepat dan sedini mungkin pada orang yang kontak tersebut. Kemudian penjaringan terduga TBC di masyarakat umum, serta pemantauan pengobatan jika terduga yang ditemukan positif. (pk)

Berita Terkait