Aisyiyah Sanggau Gelar Jalan Sehat Kampanyekan 2030 Bebas TBC

Aisyiyah Sanggau Gelar Jalan Sehat Kampanyekan 2030 Bebas TBC

  Sabtu, 6 April 2019 10:27
TBC: Sekda Sanggau dan sejumlah unsur lainnya menandatangani komitmen bebas TBC 2030. (sugeng/pontianakpost)

Berita Terkait

SANGGAU - Jumat (5/4) kemarin, Aisyiyah Sanggau bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau melaksanakan acara jalan sehat. Momen tersebut dijadikan sebagai kampanye anti TBC. Acara dilepas oleh Sekda Sanggau, AL Leysandri.

Ketua Aisyiyah Sanggau, Haslinda menyampaikan bahwa pihaknya secara konsisten pada persoalan TBC ini dalam rangka membantu masyarakat agar mengerti tentang TBC. Selain itu, diharapkan upaya pencegahan TBC dapat berjalan dengan baik secara bersama-sama.

Ia juga memastikan bahwa pihaknya selalu siap untuk membantu pemerintah daerah. Secara khusus, konsentrasi terhadap TBC menjadi bukti kepedulian Aisyiyah kepada masyarakat sekaligus mengurangi penyebaran penyakit TBC secara khusus di Bumi Daranante.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Jones Siagian menyampaikan bahwa Tuberkulosis merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman mikrobakterium tuberkulosis. Sebagian kuman TBC menyerang paru-paru namun dapat menyerang bagian lainnya.

Penularan, terutama sekali secara aerogen. Pasien TBC paru menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet atau percikan dahak. Sumber penularannya adalah pasien TB paru BTA yang saat batuk, bersin atau berbicara mengeluarkan droplet yang mengandung kuman tersebut.

Dikatakannya, Hari TBC Sedunia yang diperingati 24 Maret setiap tahun dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat masyarakat bahwa TBC sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan dunia.

Peringatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan peran masyarakat dan pemangku kebijakan dalam mendukung program pengendalian TBC serta menempatkannya sebagai isu utama di semua sektor. Selain itu, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan juga sebagai usaha penyebarluasan informasi untuk sosialisasi dan pencegahan penularan dari diri sendiri.

Menurutnya, pencegahan dan pengendalian tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan belaka tetapi perlu komitmen lintas sektoral. Sehat itu penting, itu sebabnya pembangunan tidak dapat diwujudkan bila masyarakatnya sakit.

Di Sanggau, jumlah kasus TBC pada 2016 sebanyak 613 dengan presentasi kesembuhan 90 persen. Pada tahun 2017 ditemukan 840 dengan presentasi kesembuhan 92 persen dan tahun 2018 presentasi kesembuhannya adalah 97 persen dan berada di 4 besar se-Kalimantan Barat.

Sejak 2017, Dinas Kesehatan telah bekerjasama dengan dengan Aisyiyah Sanggau untuk penemuan penyakit menular ini. Aisyiyah dianggap punya kader-kader yang terlatih untuk menemukan suspek penyakit TBC. (sgg)

 

Berita Terkait