Aisyah Bayi Tiga Bulan Penderita Hidrosefalus di Singkawang

Aisyah Bayi Tiga Bulan Penderita Hidrosefalus di Singkawang

  Jumat, 22 January 2016 09:12
MERAWAT: Mariyani dengan telaten merawat bayinya Aisyah (insert) yang menderita hidrosefalus sejak masih dalam kandungan. FAHROZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Begitu melihat foto bayi berusia tiga bulan bernama Aisyah yang menderita pembesaran kepala atau Hidrosefalus. Tanpa berpikir panjang, Sekda Kota Singkawang, Syech Bandar memerintahkan untuk segera mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Aziz. Fahrozy, Singkawang

 

“Tolong bayi ini langsung dibawa, urusan biaya nanti belakangan,” kata Syech Bandar, Kamis (21/1) ditemui kesibukannya memimpin rapat di Kantor Walikota Singkawang.Foto bayi putri pertama dari Mariyani, diperlihatkan beberapa jurnalis, yang diantaranya merupakan tetangganya (Mariyani). Setelah mendapatkan petunjuk dari Sekda, pihak orang tua pun diberitahu untuk persiapan. Diantar menggunakan kendaraan milik Anggota DPRD Kota Singkawang, Sodi M Idris, Asiyah ditemani ibunya dibawa ke RS Abdul Azis.

Setelah sampai, pasien langsung diterima pihak Rumah Sakit, yakni Kabid Pelayanan Penunjang Medis RSUD dr Abdul Aziz Singkawang, Mularso. Pihaknya pun akan segera melakukan penanganan terhadap pasien tersebut.“Kita akan segera lakukan penanganan terhadap pasien penderita Hidrosefalus. Akan kita inapkan dulu. Kemudian kepalanya akan kita CT Scan. Nanti apa hasil dari CT Scannya, barulah diambil tindakan,” kata Mularso, Kamis (21/1).

Setelah diterima, pihak RS kemudian menyarankan ke pihak keluarga untuk segera mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Kelurahan setempat. Setelah keluar, diajukan ke Dinas Sosial, hal ini berkaitan dengan pembiayaan nantinya.Ibu Aisyah, Mariyani mengatakan jika anaknya sejak lahir atau tepatnya tiga bulan lalu sudah mengalami pembesaran di kepala. Sekarang ini, kepalanya terus terlihat membesar.

“Saat lahir berat badannya 2,5 Kilogram, sekarang sudah 5,8 Kilogram. Bertambahnya berat badan ini, karena cairan yang ada di kepala yang semakin membesar,” kata ibu yangkesehariannya berjualan jajanan anak-anak di rumah kos di Jalan Manggis Kelurahan Roban ini.Meski mengidap penyakit tersebut, Mariyani mengaku Aisyah tidak rewel. “Alhamdulillah, tidak juga rewel. Bahkan saat saya mengasuh sambil berjualan,” katanya. Dirinya merasa senang setelah anaknya dibawa ke RS untuk di rawat. “Kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah kota Singkawang, yang telah memberikan pertolongan guna pengobatan dan perawatan anaknya selama di rumah sakit,” katanya terharu.

Selama ini, pengobatan yang dilakukan kepada Aisyah hanya menggunakan Jelly Gamat. “Tak ada obat lain, cuma Jelly Gamat. Itupun browsing dari internet. Katanya Jelly Gamat bisa mengobati penyakit ini. Dan belinya pun pesan dari Malaysia seharga Rp130 ribu,” katanya. Dirinya berharap, dengan dirawatnya di RS, anaknya bisa sembuh.Sehingga bisa beraktivitas seperti biasanya nantinya.

Beberapa sumber menyebutkan jika sejak bayi baru dilahirkan, berarti mengalami hidrosefalus bawaan, kepalanya akan terlihat sangat besar. Ubun-ubun atau fontanel mereka akan tampak menggelembung dan menegang. Dikarenakan kulit kepala bayi masih tipis, maka penggelembungan tersebut membuat urat-urat kepala menjadi terlihat dengan jelas, dikategorikan menderita Hidrosefalus kongenital. (*)

Berita Terkait