Ai Xin; Pelita Kecil di Kegelapan yang Terus Bersinar

Ai Xin; Pelita Kecil di Kegelapan yang Terus Bersinar

  Rabu, 19 June 2019 13:16

Berita Terkait

Perkumpulan sosial Wadah Himpun Kasih atau Ai XIn konsisten membagi kasih kepada kaum kurang mampu yang memerlukan bantuan , kiprah perkumpulan sosial yang didirikan 6 tahun lalu ini telah mendapat pengakuan masyarakat luas. Sebagai pelopor konsep kasih kebersamaan  keberadaan Ai XIn yang bermotto “Kasih Tiada Batas”  telah mampu menginspirasi  tumbuhnya komunitas-komunitas sosial  sejenis untuk turut berbagi

Selasa 18 Juni 2019, sesuai arahan Ketua Harian Ai XIn Yo Nguan Cua , tim sosial Ai XIn  dipimpin Gow Nguan Hui dengan anggota Lim Tia Khui, Lau Lie Khiang, Tan Kheng Ciau, Khow Khiok Miang dan Diana Lo melaksanakan tugas bagi kasih sesuai  data hasil survei yang ada di sektretariat Ai XIn.

Tim kecil ini mendatangi sebuah rumah sederhana di Gang Suez , jalan Hijas Pontianak Selatan. Mereka mengunjungi Gow Bun Wang , laki-laki berusia 45 tahun yang telah 3 tahun alami sakit tumor getah bening di bagian leher, benjolan-benjolan besar memerah timbul di leher bagian kiri pria beranak tiga orang ini. Karena penyakit yang dideritanya ,maka masalah ekonomi keluarga sederhana ini kian terhimpit , badan Gow semakin kurus hanya mampu berduduk , dia telah 2 tahun tidak bisa bekerja,  Demi membantu kehidupan keluarga , anak tertua yang berusia 16  tahun terpaksa putus sekolah dan bekerja sebagai pembantu,  kini  anak ke 2 yang duduk  di bangku SMP terancam berhenti  sekolah.

Melihat kondisi prihatin ini AI XIn sampaikan bantuan tunai sebesar Rp.3.000.000. “ Ini adalah kasih peduli dari AI XIn , semoga bisa ikut meringankan beban, hubungilah kami jika ada keperluan mendesak.” kata Gow Nguan Hui saat serahkan bantuan ke tangan Gow Bun Wang. 

Selanjutnya tim Ai XIn menuju ke jalan Kutilang Pontianak Kota, di sini Ai XIn menyampaikan kasih sebesar Rp.3.000.000 kepada Layla Krisna ,wanita muda berumur 30 tahun dari kalangan kurang mampu yang derita sakit tumor usus. 

Dalam doa bersama tim AI XIn memohon kasih Tuhan menyerta Layla , semoga dia lekas sembuh . Dengan air mata dan penuh haru Layla berkata : “Terima Kasih, tak nyangka ada bantuan yang sangat berarti ini datang pada kami, semoga Allah membalas kebaikan ini.”.

Tim Ai XIn luncur ke RSU Soedarso, sesuai data ingin memberi kasih kepada Risky , anak usia 9  tahun dari kaluarga kurang mampu yang tubuhnya terbakar 70% akibat kena sambaran petir. Namun ternyata Risky telah keluar dari RS dan kembali ke rumahnya  di daerah Siantan hulu dua hari yang lalu.  Ai XIn usaha menghubungi  HP orang tua Risky, diketahui bahwa Risky keluar dari RS karena tidak miliki BPJS dan tidak mampu membayar biaya RS yang terus bertambah. Tim Ai XIn menjadwalkan segera siap antar kasih untuk Risky dalam kegiatan  sosial ke Pontianak Utara berikutnya.

“Ai XIn memposisikan diri sebagai pelita kecil di kegelapan, semoga sinar kecil ini bisa menjadi terang yang menyejukan bagi mereka yang ada di tempat gelap”. kami berbagi dan bekerja sesuai kemampuan terbatas dari kasih kebersamaan yang ada , masukan, dukungan moril dan materiil dari semua pihak telah membuat kami bisa terus lanjutkan pelayanan dalam kasih,  semoga Ai XIn bisa membawa manfaat “.  kata sederhana yang sangat bermakna dari Ketua Bid Sosial Ai XIn  Lie Siak Yang ketika ditanya rencana kegitan sosial Ai XIn ke depan.**

Berita Terkait