Ahli Zikir Dicintai Allah

Ahli Zikir Dicintai Allah

Jumat, 6 November 2015 08:58   4,368

Oleh: Uti Konsen.U.M.

Di dunia ini tidak ada satu kebahagiaan yang melebihi kebahagiaan jika sudah dicintai Allah.Dan karunia termahal di dunia ini adalah kesanggupan taat dengan sepenuh hati kepada Allah, karena Allah benar-benar tidak akan memberikan karunia-Nya ini kepada orang – orang yang dihinakan-Nya, sesuai dengan firman-Nya “ Sesungguhnya kemuliaanmu di sisi Allah adalah karena ketaqwaanmu.” ( Al Hujuraat 13 ).Di antara tanda – tanda seorang hamba dicintai-Nya ialah kesanggupannya  berzikir setiap saat. Yang dimaksud dengan zikir adalah ingat kepada Allah yang mengakibatkan sekujur tubuhnya taat dalam mengerjakan perintah Allah. Jadi setiap saat kita  ingat bahwa Allah selalu menyaksikan segala kejadian di dunia dan selalu menghindar dari perbuatan maksiat karena merasa selalu di awasi dan ditatap oleh Allah.” Orang – orang yang berakal, yaitu orang – orang yang zikir kepada Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi “ ( Ali Imran 191 ).

Begitu mahalnya karunia kesanggupan berzikir itu, sehingga semua orang sanggup memperolehnya. Bahkan begitu agungnya orang yang sudah senantiasa zikir kepada Allah sampai-sampai dalam kitab Al HIkam disebutkan supaya kita berhati-hati terhadap orang yang ahli zikir.Walaupun belum kelihatan ma’rifat, tetapi kalau sudah memiliki kesanggupan senantiasa berzikir kepada Allah, maka dia sudah tergolong orang yang mendapat karunia yang banyak.” Dan ingatlah, sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu tergolong orang – orang yang beruntung “ ( Al Jumuah (62 ) : 10 ). Bagi orang yang dicintai Allah,lisan dan hati serta sekujur tubuhnya akan dimudahkan untuk selalu berzikir kepada Allah. Setiap saat selalu mudah, selalu ringan,bahkan lezat dengan menyebut nama Allah. Bahkan kalau dia menyebut nama Allah, maka orang yang mendengarkannya pun ikut bergetar hatinya. Dan tidak selamanya yang namanya zikir itu hanya dengan selalu menyebut nama Allah. Cukup termasuk orang yang selalu berzikir kepada Allah orang yang berbicara meskipun tidak menyebut nama Allah, tetapi maksud pembicaraannya supaya orang takut dan taat kepada Allah. Juga orang yang selalu mengajak kepada kebenaran, mengkaji dan mempelajari Al Quran. Sungguh banyak sekali amalan yang seharusnya akan membuat kita zikir kepada Allah. “ Seseorang yang melihat alam kemudian berpikir tentang Allah, lalu terasa kehebatan Allah hingga hatinya lembut dan tunduk menyembah Allah dengan sadar dan khusyuk, itulah manusia yang sempurna “ , kilah Syeikh Aiam Ashaari Muhammad At Tamimi dalam bukunya  “ Mengenal Diri Melalui Rasa Hati “. Rasulullah saw bersabda “ Barangsiapa yang memandang ke langit, melihat bulan dan bintang kemudian terasa betapa kuasanya Allah, maka Allah akan mengampunkan dosanya sebanyak jumlah bintang – bintang itu .”

Seseorang bertanya kepada Rasulullah “ Wahai Rasulullah, pintu – pintu kebaikan begitu banyak. Aku tidak bisa melakukan semuanya. Beritahukan kepadaku sesuatu yang kau kehendaki dan bisa kujadikan pegangan.Jangan terlalu banyak, sebab aku bisa lupa “. Nabi saw menjawab “ Hendaknya lisanmu senantiasa basah dengan mengingat Allah “ ( HR.Abu Daud ). Muadz bin Jabal berkata “ Aku bertanya kepada Rasulullah saw ‘ Amal apa yang paling Allah cintai “. Beliau menjawab “ Engkau mati dalam kondisi lisanmu basah karena berzikir kepada Allah “.(HR.Imam Ahmad  )

Nabi saw bersabda “ Maukah kalian kuberitahu tentang amal yang paling baik dan paling bersih bagi harta milik kalian, paling mulia dalam derajat kalian, lebih baik daripada mendapat emas dan perak, serta daripada kalian menghadapi musuk esok dimana kalian memenggal leher mereka dan mereka pun memenggal leher kalian ? “. Mereka menjawab “ Tentu ya Rasulullah  ! “ Beliau menjawab “ Zikrullah azza wa jalla “.Bagi orang yang selalu ingat kepada Allah maka dia tidak akan takut terhadap apa pun, kecuali hanya kepada Allah, tidak akan khawatir terhadap sesuatu pun, kecuali tawakkal kepada Allah, karena Laa khoufun’alaihim wa laa hum yahzanuun. “ Tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka khawatir”. Bagaimana akan takut dan khawatir terhadap apa yang ada, terhadap apa yang terjadi di dunia ini, sedangkan semuanya milik Allah semuanya ada dalam kekuasaan Allah, Laa haula wa laa quwwata illaa billah.Wallahu’alam.

Uti Konsen