Adul Ingin Bisa Kuliah

Adul Ingin Bisa Kuliah

  Selasa, 4 December 2018 12:56
DIGENDONG: Jokowi menggendong Adul, siswa penyandang disabilitas, Senin (3/12). Setiap hari Adul harus merangkak sejauh tiga kilometer untuk pergi ke sekolah. SETPRES

Berita Terkait

Ke Sekolah Merangkak  Sejauh Tiga Kilometer

JAKARTA – Mukhlis Abdul Holik, siswa penyandang disabilitas asal Sukabumi, kemarin (3/12) bertemu Presiden Joko Widodo. Anak yang dikenal karena video merangkak sejauh 3 kilometer untuk bisa sekolah itu ditemui Jokowi dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018 di Summarecon Bekasi.

Dalam perjumpaannya di ruang VIP, siswa kelas III SDN 10 Cibadak, Kabupaten Sukabumi, itu sempat berbincang dengan Jokowi. Sambil duduk di pangkuan Menteri Sosial Agus Gumiwang, bocah berusia 8 tahun yang biasa disapa Adul tersebut menyampaikan keinginannya kepada Jokowi. ”Ingin sekolah sampai kuliah,” jawab Adul. Jokowi lantas menanyakan cita-cita Adul. ”Menjadi petugas pemadam kebakaran,” katanya. ”Untuk menolong orang,” imbuh dia saat ditanya alasannya.

Jokowi lantas menggendong Adul berkeliling lokasi pameran. Momen itu ditutup saat Adul dinobatkan sebagai salah seorang penerima hadiah. Dia dinilai sebagai penyandang disabilitas yang inspiratif.

Saat dikonfirmasi, Jokowi memastikan akan mewujudkan keinginan Adul bisa sekolah sampai perguruan tinggi. ”Akan saya urus,” ujarnya. Menurut dia, semangat yang ditunjukkan Adul untuk tetap bersekolah dan ingin membantu orang lain dengan segala keterbatasannya adalah hal luar biasa. Karena itu, Jokowi berharap semangat yang sama juga ditunjukkan penyandang disabilitas lain. ”Semangat-semangat seperti ini yang harus kita tumbuhkan,” tuturnya.

Mantan wali kota Solo itu juga mengaku tengah menyiapkan kebijakan bagi kelompok disabilitas. Salah satunya adalah membangun pabrik untuk penyandang disabilitas. Harapannya, pabrik itu menjadi ruang untuk berkarya. Dia menilai, rencana tersebut merupakan cara konkret yang diinginkan kelompok disabilitas dalam hal pemberdayaan. ”Bisa dipakai buat training, buat produksi juga,” tuturnya.

Jokowi meminta Mensos Agus Gumiwang untuk mempercepat realisasinya. ”Sudah Pak Menteri Sosial, segera akan kita bangun yang namanya pabrik itu, entah garmen, elektronik, atau inovasi-inovasi yang lain,” katanya. (far/c10/oni)

Berita Terkait