Adab Tinggal Bersama Mertua

Adab Tinggal Bersama Mertua

  Sabtu, 16 February 2019 09:54

Berita Terkait

Umi Kalsum, S.Psi, M.Psi // Psikolog

Tak sedikit pasangan yang tinggal bersama mertua setelah menikah. Bisa dikarenakan kondisi keuangan yang belum cukup untuk membeli rumah atau alasan lainnya. Namun, tak mudah tinggal satu atap bersama mertua. Apalagi jika memiliki kebiasaan yang berbeda. 

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Tinggal di mana setelah menikah? Jawaban pertanyaan ini pun tentu sudah dipikirkan pasangan jauh hari sebelum pernikahan. Ada yang memilih tinggal di rumah sendiri. Namun, ada pula yang tinggal bersama mertua dengan berbagai alasan. 

Ketika menikah, orang tua suami resmi menjadi orang tua istri. Begitu pula sebaliknya. Sehingga, tak ada masalah bagi keduanya untuk menetap di rumah mertua. Tinggal di rumah mertua pun dapat dijadikan momen untuk lebih mengakrabkan diri. 

Namun, ketika memutuskan tinggal bersama mertua, ada hal-hal yang perlu disiapkan. Salah satunya 

mempersiapkan diri secara matang. Selain itu, sikap bisa menerima keadaan juga mempermudah diri untuk beradaptasi dan menetap satu atap bersama mertua. Terpenting, hindari konflik yang bisa saja terjadi kedepannya. Tak lupa mengontrol sifat egois di dalam diri.

Menurut psikolog Umi Kalsum, S.Psi, M.Psi, sifat egois bisa menimbulkan perselisihan dan salah paham, baik antarpasangan maupun pasangan denganmertua. Berusahalah menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan masalah kedepannya. Misalkan, adanya cara penyampaian yang dirasa kurang berkenan di hati yang bisa  memperburuk hubungan pasangan dan orang tua. 

Ketika menetap satu atap bersama mertua, kepala keluarga tak hanya satu saja. Ada ayah mertua, bahkan bisa saja ada kepala keluarga lainnya seperti suami kakak atau adik. Psikolog yang bertugas di RSJ Daerah Sungai Bangkong Pontianak ini menuturkan ada anggapan masyarakat jika dalam satu rumah tak boleh ditinggali lebih dari dua kepala keluarga. 

Banyaknya kepala keluarga dapat menyebabkan perselisihan, seperti perbedaan kepribadian, pola asuh, kecemburuan dari segi ekonomi dan perhatian, dan lainnya. Sehingga, ada baiknya jika sudah memiliki rezeki untuk pindah dan tinggal di rumah sendiri. Hal ini dapat meminimalisir terjadinya konflik di kemudian hari.

Sekretaris di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia wilayah Kalbar ini menuturkan penting bagi pasangan untuk mengetahui adab jika memilih tinggal bersama mertua dan keluarga besar. Seperti, menghormati, memberi kasih sayang, dan menghargai mertua. Apabila ketiga hal ini diterapkan, rasa takut dan segan akan hilang dengan sendirinya. Suami isti dapat hidup aman dan tentram, meski satu atap bersama mertua. **

Berita Terkait