Ada Toko Jual Bir di Sukadana

Ada Toko Jual Bir di Sukadana

  Sabtu, 24 September 2016 10:14
DIAMANKAN: Belasan dus Bir yang diamakan dan akan segera dimusnahkan. Penemuan tersebut berkat operasi gabungan yang melibatkan beberapa pihak dan mendatangi sejumlah toko di Kota Sukadana.

Berita Terkait

SUKADANA – Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop), dan UKM bersama Dinas Kesehatan, Kepolisian, dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kayong Utara, mengamankan belasan dus minuman keras (miras). Minuman keras berjenis Bir putih dan Bir hitam tersebut diamankan mereka dari salah satu toko di Sukadana, Kamis (23/9) lalu.

 
Mengenai hal ini, Kepala Seksi Meteorologi dan Perlindungan Konsumen Disperindagkop, Nakyatul Jandah, menegaskan bahwa sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang telah dikeluarkan pada 2015 lalu, ada beberapa golongan minuman beralkohol (minol) yang saat ini dilarang untuk dijual bebas, termasuk Bir yang mengandung kadar alkohol. Bahkan, sambung dia, Bir termasuk minuman golongan A atau berkadar alkohol 5 persen, sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 Tahun 2015 mengenai Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.

“Berdasarkan Perda Kayong Utara, karena Perda minol sudah dibakukan dan sudah berlaku sejak 2015. Jadi, berdasarkan isi Perda itu, jika kita menemukan, maka akan kita amankan. Karena di dalam Perda itu ada tiga golongan yang dicantumkan, golongan A, B, C. Dan Bir ini kan tidak hanya 0,5 alkoholnya. Dan hasil temuan ini akan kita hancurkan,” terang Jandah, Jumat (23/9) di Sukadana.

Ia menambahkan, Bupati Kayong Utara telah memberikan rekomendasi penjualan minol untuk Sail Selat Karimata. Namun, sambung dia lagi, telah ditegaskan bahwa baru satu toko di Kabupaten Kayong Utara yang mendapat surat rekomendasi tersebut. Ditegaskan dia kembali, bila mana ditemukan ada toko yang menjual minol, maka akan disita. Sementara, dia menambahkan, untuk toko yang medapatkan rekomendasi hanya boleh menjual jenis minuman dimaksud saat Sail. Diingatkan dia, kalau kedapatan menjual sebelum even akbar tersebut, maka pihak toko diimbau untuk tidak memajang minuman tersebut. “Karena minuman tersebut hanya untuk acara Sail,” kata dia lagi. “Untuk Sail memang ada toko yang dikasi rekomendasi, tapi saya belum bisa membenarkan beberapa toko. Yang saya dapat informasi langsung itu hanya satu toko se-Kayong. Dan itu hanya untuk Sail, tidak untuk sekarang, kalau dia (pemilik toko) memajang sekarang, dan kami ketemukan, maka akan kami suruh simpan dulu, dan kami mau lihat bukti surat rekomendasi Bupati langsung. Kalau tidak ada hitam di atas putih, maka akan kami sita barangnya,” ancamnya.

Untuk pemilik toko yang diamankan pada Kamis (22/9) lalu, pihak Disperindagkop sejauh ini hanya memberikan teguran dan penyitaan minuman. Pasalnya, diakui dia jika saat ini sosialisasi terkait minol masih belum menyeluruh. Pihaknya saat ini melakukan sidak ke daerah Kecamatan Simpang Hilir. Dari hasil kegiatan tersebut, petugasnya mengamankan makanan serta minuman yang sudah expired, dan beberapa kosmetik yang illegal.

“Ini kita lakukan teguran dulu dan barangnya kita sita. Karena memang Perda ini belum tersosialisasi maksimal. Nanti akan kita lakukan sosialisasikan secara maksimal, nanti baru kita lakukan penindakan tegas,” tandasnya.

Sementara itu, satu di antara pemilik toko di Kecamatan Sukadana, Mon Kun, yang terjaring penertiban lantaran menyimpan minol, mengaku tidak mengetahui jika minuman yang ia jual saat ini dilarang oleh pemerintah. Apa lagi dirinya berkilah jika menjual barang tersebut lantaran atas permintaan pembeli. “Karena ada yang nanyakan, terpaksalah kita carikan itu (Bir), tidak tahu seluk beluknya pakai izin apa. Dulunya kita tidak ada jual, baru-baru ini, karena ada yang mesan. Ambilnya kita dari Ketapang, ini stoknya campur-campur dengan barang-barang sembako, dua dus,” aku Mun Kon. (dan)

Berita Terkait