Ada Kecurangan, Desak Pemungutan Suara Ulang

Ada Kecurangan, Desak Pemungutan Suara Ulang

  Rabu, 10 April 2019 09:27
PEMILU ULANG: Simulasi saat warga yang tak puas dengan hasil pemilu dengan kayu dan batu mendatangi kantor KPU Sanggau. Mereka minta pemilu ulang. SUGENG/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Simulasikan Pengamanan Pemilu 2019

Puluhan orang dengan kayu dan batu mendatangi kantor KPU Sanggau. Mereka mendesak KPU melakukan pemungutan suara ulang. Mereka menilai Pemilu 2019 penuh kecurangan. Masa terlihat beringas. Melempari petugas dari Kapolres Sanggau yang standby di kantor KPU. 

Sugeng, SANGGAU

SEMPAT ricuh. Keributan menjalar. Untuk membubarkan masa, Polres Sanggau menerjunkan tim sabara. Dengan peralatan water canon dan tembakan gas air mata, masa akhirnya berhasil di halau. Peristiwa tersebut terjadi dalam sebuah simulasi pengamanan pemilu 2019 yang di gelar Polres Sanggau di kompleks taman sabang merah Kelurahan Bunut Kecamatan Kapuas, Selasa (9/4). 

Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi menegaskan, Polri bersama TNI siap mengamankan Pemilu 2019 di Kabupaten Sanggau. Kekuatan yang akan diturunkan yakni dua pertiga kekuatan polres atau kurang lebih 500 personel, ditambah Polda 600 personel dan dari TNI. 

Partisipasi masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam upaya mewujudkan keamanan dan ketertiban. 

“Ini (partisipasi masyarakat) yang menjadi kunci bagaimana kita bisa mewujudkan pemilu damai, aman, tertib dan kondusif. Partisipasi masyarakat juga sangat menentukan,” ujarnya.

Rangkaian simulasi yang sudah dilakukan bisa memberikan solusi, paling tidak memberi pemahaman dari petugas pengamanan, petugas pengawas maupun penyelenggara pemilu. 

 “Apabila terjadi pelanggaran, semua petugas sudah terjalin sinergitas, sehingga tahu apa yang harus diperbuat. Kalau tidak sinergis, berdiri sendiri-sendiri, saya yakin ini akan menjadi hambatan,” katanya.

Terkait pola pengamanan, sudah dipetakan ada rawan I, rawan II dan rawan III. “Apalagi kita juga lihat karakteristik Kabupaten Sanggau yang begitu luas, kita sudah memetakan kurang lebih 35 TPS rawan III yaitu rawan geografis. Ini tentunya menjadi perhatian, menjadi prioritas kami, perlu penebalan. Daerah yang sulit dijangkau menjadi prioritas kami,” ungkapnya.

Kategori rawan I (kriminalitas) dan rawan II (konflik sosial), Kapolres menegaskan, Sanggau relatif kondusif. “Inilah bentuk kesiapan kita, kita tunjukkan pada siang hari ini (kemarin, red). Kita sudah all out, bagaimana tadi simulasi yang kita gelar, itulah sedikit gambaran. Jadi, TNI Polri sudah siap, dan lapisan masyarakat tadi bisa kita lihat dari Linmas dan tokoh-tokoh masyarakat juga hadir, itu bentuk keseriusan, kesiapan kita,” terangnya.

Ketua KPU Kabupaten Sanggau Martinus Sumatro menyambut baik dan mengapresiasi Apel Besar Linmas serta Simulasi Pemungutan Suara dan Pengamanan Pemilu 2019. Ia berharap sinergitas yang sudah terbangun baik dapat terus terpelihara.

Karena terkait kepentingan bersama secara nasional, dimana pada 17 April 2019, pemilu memerlukan situasi dan kondisi yang aman, tertib dan damai. Dengan begitu, masyarakat bisa dengan aman, nyaman datang ke TPS untuk menyalurkan hak politiknya tanpa adanya gangguan dalam bentuk apapun.

Terkait persiapan, ia menjelaskan, logistik berupa bilik, pilpen, alat tanda pengenal dan sebagainya sudah distribusikan ke 15 kecamatan. Kemudian, logistrik kotak suara dan kelengkapan di dalamnya akan didistribusikan pada tanggal 11 April.

 “Ada beberapa logistik kita yang masih kita tunggu, belum sampai, diantaranya cetak salinan DPT, karena itu harus masuk di dalam kota, itu yang masih kita tunggu dalam satu dua hari ini. Tapi kalau hari ini (kemarin, red) atau besok (hari ini, red) sudah tiba, kemungkinan di tanggal 11 kita tetap dorong logistik ke wilayah Jangkang, Entikong dan Meliau,” katanya.

Ia menambahkan, TPS khusus hanya ada 1 yakni di Rutan Kelas IIB Sanggau. Pemilihnya itu kategori pemilih pindahan, pengguna DPTb, yaitu sekitar 241 pemilih. Itu sudah disiapkan, petugasnya sudah dibentuk, anggaran juga sudah diajukan ke provinsi karena ini menjadi TPS tambahan, TPS dari dari 1.641 menjadi 1.642 TPS. (*)

Berita Terkait