Aan Bangga Harumkan Nama Polnep dan Kalbar

Aan Bangga Harumkan Nama Polnep dan Kalbar

  Rabu, 5 December 2018 21:16

Berita Terkait

Kota Pontianak tidak pernah kehilangan bakat bernyanyi. Salah satunya adalah Muhammad Farhan Ananda. Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak ini menjadi Juara II saat Pekan Seni Mahasiswa Nasional  2018 di Yogyakarta. Setelah sebelumnya dia menyabet di Pekan Seni Mahasiswa Daerah, dia merebut juara satu dikategori penyanyi keroncong pria.

Bukan kali ini dia berprestasi di ajang nasional. Sebelumnya Aan, sapaan akrabnya, mewakili kampusnya untuk berkompetisi di Pekan Olahraga Seni dan Seni (Porseni). Aan pun langsung mempertontonkan kualitasnya. Pada Porseni Politeknik se-Indonesia, dia meraih dua medali dari dua kategori. Perak dan perunggu.

Sebelum berkuliah pun dia rutin berprestasi. “Saya pernah mewakili Kota Pontianak diajang provinsi, dapat juara dua. Terus festival lomba Seni Siswa Nasional Tahun 2016 tingkat Provinsi. Saya juara satu,” kenang mahasiswa semester tiga ini. Jadi juara satu di Kalimantan Barat menjadi modal Aan berangkat ke Manado. Mewakili Provinsi Kalbar adu vokal di level Nasional. 

Mahasiswa Teknik Informatika mengaku ini  gemar bernyanyi sejak masih duduk di Sekolah Dasar. Masih terngiang dibenak Aan tatkala pertama kali ikut kompetisi bernyanyi. “Waktu itu baru kelas 4 SD. Saya diminta sama pihak sekolah, mewakili sekolah lomba nyanyi,” kenang Aan saat berbincang bersama di kawasan Pontianak Kota, baru-baru ini.

Sedari kecil, Aan memang berminat di dunia olah vokal. Apalagi Abang kandungnya, sudah memberi contoh sebagai penyanyi cilik. Atas dasar itulah, Aan mulai mendalami dan coba mencintai musik. Aan lahir 19 tahun lalu di Pontianak. Ibunya bernama Tini Savitri dan ayahnya bernama Rahmatulhuda. Dia anak bungsu dari lima bersaudara.

Bakat bernyanyi sendiri itu dia dapat dari ibunnya. Sementara paman dari ibunya juga seorang seniman pencipta lagu asal Mempawah. “Almarhum Edy Mawardi pencipta lagu daerah seperti ‘Sekapor Sireh’, ‘Mak Usu’, dan ‘Sebukit Rama’ itu adalah paman saya,” cerita Aan bersemangat.

Saat pertama kali menang lomba nyanyi di SD  Aan terus bersemangat tampil di atas panggung. Hingga dia tumbuh dewasa, terutama ketika berseragam putih abu-abu, ia selalu mengikuti lomba menyanyi. Sewaktu menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Pontianak, Aan juga mengukir berbagai prestasi tarik suara. Mulai di tingkat kota hingga nasional.

Penikmat musik pop itu mendapat tawaran dari Polnep untuk menempuh pendidikan di level tinggi. Secara khusus. Melalui jalur PMDK. “Saya dihubungi kampus. Polnep lagi mencari siswa berprestasi untuk kuliah di sana. Waktu itu saya dibebaskan memilih jurusan dari pihak kampus. Saya pilih Teknik Informatika,” kisahnya. Aan ternyata tidak hanya piawai bernyanyi. Soal akademik, lulusan SMAN 4 Pontianak itu juga punya kualitas. Buktinya ia meraih IPK 3,48. (ars)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait