800 Orang Dievakuasi dari Puncak Rinjani

800 Orang Dievakuasi dari Puncak Rinjani

  Selasa, 31 July 2018 10:00
DAMPAK GEMPA: Foto udara menunjukkan kerusakan rumah setelah gempa menghantam Desa Sajang di Lombok Timur, Senin (30/7). Sebanyak 16 orang tewas akibat gempa Lombok. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY/VIA REUTERS

Berita Terkait

Korban Tewas Jadi 16 Orang 

JAKARTA - Gempa yang mengguncang Pulau Lombok pada Minggu pagi (29/7) merenggut 16 nyawa dan melukai 355 lainnya. Gempa menimbulkan kerusakan dan kerugian membuat 5 ribu jiwa mengungsi. 

Laporan terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan gempa telah merusak 1.454 rumah, 12 fasilitas pendidikan, 22 fasilitas ibadah, 1 jembatan, dan 37 toko/kios. Total 5.141 jiwa mengungsi di 2 titik. 

Selain itu, ratusan wisatawan pendaki gunung Rinjani terjebak karena dua jalur pendakian utama, Senaru dan Sembalun dilaporkan longsor dan berbahaya dilalui. 

Jumlah pendaki yang terjebak di kawasan Rinjani masih belum valid. Laporan BNPB berdasarkan data manifest pengunjung yang naik pada tanggal 28 hingga 29 Juli menyebutkan total 829 orang. Dengan rincian 452 orang yang naik pada tanggal 27 Juli, dan 377 sisanya naik pada tanggal 28 Juli.

Jumlah ini diperkirakan bisa bertambah karena belum termasuk wisatawan atau pendaki yang naik pada 26 hingga 27 Juli dan belum turun saat gempa terjadi. Juga belum termasuk pemandu dan porter. Dari 829 orang, 637 diantaranya adalah Warga Negara Asing (WNA), sementara sisanya, 192 adalah Warga Negara Indonesia (WNI). 

Pada Minggu malam (29/7), tercatat 680 orang telah turun dari puncak Rinjani dan melapor ke pos jaga. Terdiri dari 358 WNA dan 222 WNI. Menyisakan 149 jiwa yang diperkirakan masih ada di Rinjani. 

Sementara para pendaki yang masih dalam perjalanan naik, tercatat 500 orang terjebak di KM 10 Sembalun, dan 40 orang di Batu Ceper.  

Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, saat gempa terjadi padaMinggu pagi sekitar pukul 05.47 WIB, getaran keras dirasakan oleh para pendaki. Tanah dan bebatuan sempat longsor dari lereng atas. 

Beberapa bagian wilayah jalur pendakian terkena longsor sehingga berbahaya untuk dilalui. “Kami sudah meminta pendaki untuk tetap di tempat sampai petugas datang. Baru kemudian turun bersama-sama,” katanya di Jakarta kemarin (30/7). 

Selang beberapa jam setelah gempa, yakni pukul 07.00 WITA, tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI/Polri, Basarnas, Tenaga Medis, Relawan, dan petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) langsung dikerahkan menuju lokasi-lokasi para pendaki. “Semua lewat jalur Sembalun,” kata Sutopo. 

Secara umum, kata Sutopo, para pendaki berada dalam kondisi yang cukup baik. Logistik dan bahan makanan yang mereka bawa diperkirakan cukup sampai petugas datang. Sutopo juga menyebut para pendaki yang didampingi oleh pemandu pendakian kooperatif untuk tetap tenang di tempat. (tau/byu/wan/agf)

Berita Terkait