77 Persen Beras Terdistribusi, Mensos Sidak Gudang Bulog

77 Persen Beras Terdistribusi, Mensos Sidak Gudang Bulog

  Minggu, 12 June 2016 10:13
STOK BERAS: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat meninjau stok beras di Gudang Bulog Kalbar di Jalan Adisucipto Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (11/6). Dia memastikan stok rastra di Kalbar aman untuk Ramadan dan menjelang Idulfitri. HARYADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan beras di Gudang Bulog Kalbar di Jalan Adi Sucipto Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (11/6) pagi. Mensos hendak memastikan stok beras untuk rakyat sejahtera (rastra) aman sepanjang Ramadan dan menjelang Idulfitri. 

Khofifah langsung menyambangi gudang penyimpanan rastra dan mengecek secara acak kualitas beras miskin. Menjelang Ramadan, Khofifah memang rutin melakukan pemeriksaan gudang Bulog di beberapa wilayah di Indonesia.

"Kita cek ya kualitasnya. Kalian ya yang pilih karungnya," katanya kepada wartawan.

Menteri asal Surabaya ini lalu menusuk beberapa karung, agar beras bisa diambil sampelnya ke atas nampan. Dia juga mengajak sejumlah wartawan untuk memperhatikan kualitas beras dari penampilan hingga baunya. Khofifah sendiri mencium aroma beras rastra di Gudang Bulog Sungai Raya, untuk memastikan kualitas beras. Ia merasa kualitas beras rastra tersebut sudah cukup baik. “Kalau seperti ini, seharusnya sudah di atas beras kualitas medium,” ungkap dia.

Kualitas di bawah medium, menurut dia, mestinya tidak boleh ada. Biasanya, diungkapkan dia, sejumlah orang menemukan beras yang berjamur, berkutu, berbatu, berwarna kekuning-kuningan, serta agak beraroma. Bersama para wartawan ia lalu mengecek berat bersih beras yang akan diterima rakyat. Dengan basis penerimaan di kelurahan masing-masing, sampai dengan 10 Juni, dikatakan dia, sudah 77 persen rastra yang terdistribusi di Kalbar dari total  42 juta ton beras setahun. “Sedang dalam skala nasional sudah menyentuh angka 91 persen,” ucapnya.

Ia mengharapkan seluruh pemerintah kabupaten/kota segera mengeluarkan surat perintah alokasi (SPA) kepada Gudang Divre dan Sub Divre Bulogagar dapat segera didistribusikan kepada seluruh masyarakat. “Sehingga pada bulan Ramadan ini bisa terealisasi 100 persen,” katanya.

Dorongan ini, dipastikan dia, juga berlaku kepada pemerintah kabupaten/kota seluruh Indonesia. Harapan dia agar segera didistribusikan rastra kepada masyarakat yang membutuhkan, agar stok beras di rumahnya aman. Kalau kendala geografis, dia menemukan beberapa kabupaten/kota di Indonesia yang proses distribusinya 3 bulan sekali. “Sekarang pun sudah saatnya (pendistribusian),” jelasnya.

Dari sisi monitoring, dikatakan dia, jika Kementerian Sosial yang memiliki peran. Sedang Bulog, menurut dia, memiliki peran dalam pengadaan dan distribusi. Puncaknya, disebutkan dia, pemerintah daerah akan mengambil alih dari titik distribusi ke titik bagi.

“Biasanya saya akan datang langsung ke rumah-rumah secara acak,” katanya. Karena penerima rastra itu juga penerima PKH, dirinya bersama pemerintah daerah akan mengecek langsung. Hal itu dilakukannya untuk mengecek kualitas rastra dan berapa kilogram beras yang sampai ke masing-masing rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM). 

Ia mengaku, masih menemukan di keluarga yang menerima beras kurang layak konsumsi. “Meskipun itu bukan di Kalbar ya,” katanya. 

Setelah kunjungan tersebut, dia berjanji akan mencari solusi bersama dengan pemerintah. “Apa yang menjadi penyebab kualitas beras menurun?” jelasnya lagi.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, menurut dia, seperti beras yang berubah kualitas dalam proses pengangkutan. Di sisi lain, yang harus diperhatikan menurut dia jika kerusakan setelah disimpan di titik bagi, beberapa saat sebelum diterima masyarakat. 

“Ini harus semua termonitor,” pesan dia. Maka dari itu ia mengatakan, peran pemerintah daerah menjadi signifikan melalui tim koordinasi rastra.

Ia melanjutkan, beras yang ada di Gudang Bulog ini bukan hanya untuk RTSPM, ada juga untuk operasi pasar. Jika ditemukan di pasaran, menurut dia, kemungkinan besar karena memang itu merupakan stok operasi pasar. Kalau kualitas ini, dipastikan dia sama dengan operasi pasar. Premium ada juga di gudang di Wajok.

Sementara itu, ia menuturkan akan ada sistem online untuk mengelola cadangan beras pemerintah (CBP). Andai kata terjadi bencana di sebuah daerah, pemerintah kabupaten/kota cukup mengeluarkan SK darurat. Mereka lalu berhak mengambil beras di Bulog hingga 100 ton. 

Apabila dirasa kurang, Gubernur, menurut dia, dapat mengambil alih dan mengeluarkan kembali SK darurat, sehingga nantinya boleh mengambil beras hingga 200 ton. “Setelah itu Kemensos akan mengambil alih juka masih dirasa tidak cukup,” katanya. (mif) 

Berita Terkait