7 Desember, Siaga Darurat Banjir

7 Desember, Siaga Darurat Banjir

  Minggu, 6 December 2015 07:22

Berita Terkait

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar segera menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan puting beliung. Penetapan status tersebut direncanakan mulai 7 Desember hingga 30 April 2016, melalui surat keputusan Gubernur Kalbar Cornelis.

“Saat ini surat keputusannya sedang disiapkan,” ujar kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalbar, TTA Nyarong, kemarin.

Nyarong mengatakan jika pihaknya berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, dalam menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan puting beliung. Diperkirakan dia, pada November hingga Januari mendatang, curah hujan akan begitu tinggi. Begitu pula angin, diprediksi mereka bertiup kencang.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Nyarong mengungkapkan, terjadi banjir pada beberapa kabupaten, ketika curah hujan tinggi. Kabupaten yang rawan banjir, disebutkan dia, di antaranya Kapuas Hulu, Sintang, Landak, Bengkayang, Sanggau, dan Melawi. Bahkan, dia menambahkan, banjir yang terjadi di Sanggau pada tahun lalu menyebabkan dua orang menjadi korban jiwa.

“Kami meminta pemerintah kabupaten/kota juga waspada,” ungkap mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kalbar ini.

Nyarong menyatakan jika pihaknya siap menghadapi bencana banjir dan puting beliung, termasuk berkenaan dengan dana. “Ada cadangan dana Pemerintah Pusat yang siap pakai dan sedang diusulkan untuk penggunaannya. Sebagai pemerintah, mau tidak mau harus siap,” tandasnya.

Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar Christiandy Sanjaya sebelumnya meminta seluruh masyarakat Kalbar tetap waspada terhadap bencana. Setelah El Nino yang menyebabkan kemarau panjang, diprediksi dia, akan diikuti La Nina yang memicu curah hujan lebat. “Bencana ini perlu diantisipasi. Setelah El Nino, selalu diikuti dengan La Nina. Artinya curah hujan berlebih. Kalbar biasanya langganan banjir,” ujar Wagub.

Wagub mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap enteng ancaman banjir tersebut karena kerap terjadi setiap tahun. Bahkan, dia mengingatkan kembali bagaimana beberapa tahun lalu pernah terjadi korban jiwa. Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah di kabupaten/kota mengantisipasi hal tersebut. “Setelah banjir, masuk Februari hingga April tahun depan, masuk musim kering lagi,” kata Christiandy. (uni)

 

Berita Terkait