7 Aksi Heroik Polisi dan TNI yang Selamatkan Nyawa Masyarakat

7 Aksi Heroik Polisi dan TNI yang Selamatkan Nyawa Masyarakat

  Jumat, 7 July 2017 15:10
Mayor Tunggul Waluyo usai menerima penghargaan dari Polrestabes Surabaya. (Dida Tenola/JawaPos.com)

Berita Terkait

Nama Mayor Tunggul Waluyo menjadi buah bibir, pasca dirinya menembak mati tiga kawanan pencuri yang menyatroni rumahnya, Rabu dini hari (5/7). Banyak yang menganggap peristiwa itu adalah aksi heroik. Keberanian itu bukan yang kali pertama dilakukan seorang aparat saat menghadapi situasi genting. Sebelum Tunggul, ada beberapa aparat yang pernah melakukan aksi berani yang banyak dipuji. Baik polisi, maupun tentara, tindakan tegas yang mereka lakukan memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat. JawaPos.com mencatat ada 7 aksi heroik para aparat.

1. AKBP Untung Sangaji 
Nama AKBP Untung Sangaji sempat melambung atas keberaniaannya melawan serangan teroris Sarinah, Jakarta, Januari 2016 lalu. Kala itu, bersama Dirreskrimum Polda Metro Jaya yang dijabat Kombes Krishna Murti, Untung terlibat baku tembak dengan pelaku teror.

Aiptu Sunaryanto, anggota Satlantas Polres Metro Jakarta Timur. (Elfany Kurniawan/JawaPos.com)

Dalam sebuah video yang beredar viral, Perwira Polair Mabes Polri itu berlindung di balik  mobil dan menembaki pelaku pengeboman di Menara Cakrawala, Thamrin.

2. Kompol I Dewa Nyoman Sudiantara
Kompol I Dewa Nyoman Sudiantara, Kasi Turjawali Subdit Gasum Dirsabhara Polda Bali. Pada Juni 2017 lalu, Nyoman mampu melumpuhkan residivis spesialis perampokan vila seorang diri. Instingnya sebagai petugas muncul saat melihat pelaku hendak melarikan diri dengan memanjat tembok. Melihat hal itu, Nyoman langsung berlari lantas menarik kaki pelaku dan melumpuhkannya.

3. AKP Agung Pribadi
Sebelum tindakan tegas Mayor Tunggul, publik Kota Pahlawan juga pernah ramai memperbincangkan baku tembak polisi dengan kawanan pencuri L300. Agustus tahun lalu, pelaku yang diduga sebagai Abdul Aziz (pelaku yang ditembak mati Tunggul sudah dideteksi gerak-geriknya oleh polisi.

Aziz bersama salah seorang rekannya, mencuri mobil L 300, lantas berniat melarikannya ke Madura lewat jembatan Suramadu. Unit Resmob yang dipimpin AKP Agung Pribadi, sudah menghadang Aziz di gerbang masuk Suramadu.

Saat melewatinya, mobil L 300 yang dikemudikan Aziz nekat menerobos blokade polisi. Baku tembak pun terjadi. Polisi terus menembaki mobil tersebut, namun mobil tetap melenggang.

Hingga akhirnya di Suramadu sisi Bangkalan, ban mobil tersebut berhasil ditembak. Mobil berhenti, namun Aziz tetap memberikan perlawanan. Agung Pribadi yang saat itu menjadi Kanit Resmob terkena peluru air soft gun Aziz di bagian perut. Meski polisi berhasil menembak kaki salah seorang pelaku, keduanya masih tetap bisa kabur dengan menghadang motor warga yang kebetulan lewat di jalan pedesaan, sisi Barat tol Suramadu.

4. Aiptu Sunaryanto 
Keberanian petugas tidak hanya ditunjukkan para perwira, namun juga bintara. Aiptu Sunaryanto pernah melakukannya ketika menembak seorang penyandera penumpang angkot April lalu.

Kala itu, pelaku meminta sopir angkot memberhentikan kendaraannya di Buaran, Jakarta Timur. Penyandera kemudian menodongkan pisau ke leher penumpang perempuan yang menggendong anaknya.

Aiptu Sunaryanto, sudah mencoba bernegosiasi dengan pelaku. Namun, pelaku makin menjadi-jadi. Akhirnya, Sunaryanto meletupkan senjatanya hingga mengenai tangan pelaku. Lantaran aksi heroiknya itu, Kapolri memberikan penghargaan dan Sunaryanto bisa melanjutkan sekolah ahli golongan.

5. AKP Arman 
Selain menghadapi penjahat, ada pula polisi yang bersikap heroik menolong warga. Seperti yang dilakukan Kasatlantas Polres Purwakarta AKP Arman saat menolong perempuan melahirkan di tol Cipali. Dengan sigap, Arman membantu proses kelahiran yang jauh dari rumah sakit. Setelah bayi itu lahir, dia cepat-cepat membawanya ke rumah sakit.

6. Sertu Wahyu Fajar Dwiyana 
Tidak hanya polisi yang pernah melawan komplotan penjahat. Anggota TNI, selain Mayor Tunggul, juga ada yang pernah melakukan aksi heroik. Di Sumedang, Sertu Wahyu Fajar Dwiyana pernah melawan delapan preman yang mencoba mengeroyok pengendara motor. Tujuh orang preman itu akhirnya lari kocar-kacir dan satu diantaranya tumbang. Peristiwa tersebut terjadi Mei 2017.

7. Pratu M. Thoyib Azizi 
Di Gorontalo, Pratu M. Thoyib Azizi juga pernah melumpuhkan perampok dua tahun silam. Kala itu, perampok merebut pistol revolver milik anggota Polresta Gorontalo Brigadir Syarif.

Akibatnya, Syarif tewas diberondong peluru. Thoyib mampu melumpuhkan perampok bersenjata itu walau dengan tangan kosong. Atas prestasinya itu, Thoyib menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dari Panglima TNI.

Keberanian para aparat itulah yang dibutuhkan masyarakat. Tindakan tegas yang mereka lakukan secara terukur kerap diganjar pujian, bahkan penghargaan. Sama seperti apa yang dilakukan Mayor Tunggul Waluyo.

"Insting dan keberanian (Tunggul) patut diapresiasi," kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol M. Iqbal selepas memberikan penghargaan kepada Mayor Tunggul di ruangannya, Kamis pagi (6/7). (did/JPG)

Berita Terkait