6 Pemabuk Diamankan

6 Pemabuk Diamankan

  Senin, 7 December 2015 09:47
MABUK: Remaja saat berada di halaman Kantor Satpol PP Kayong Utara tertangkap di Pantai Pulau Datuk saat mabuk. DANANG PRASETYO/Pontianak Post

Berita Terkait

 SUKADANA-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kayong Utara mengamankan enam pemuda yang sedang asyik menenggak minuman keras (miras) jenis tuak di Pantai Pulau Datuk Sukadana, Kayong Utara, Sabtu(5/12) sore.
K
e enam pemuda tersebut digelandang ke Kantor Satpol PP guna dilakukan pemeriksaan, untuk mencari informasi dari mana mereka memperoleh minuman tersebut. Dari mereka diperoleh informasi, bahwa miras dibeli dari rumah oknum PNS Kementrian Agama (Kemenag) di Kayong Utara, berinisial AI.Dikatakan staf operasionalSatpol PP Zauzi yang turut dalam mengamankan ke enam remaja tersebut. Dari keterangannya, Ai sebenarnya tidak menjual miras jenis tuak tersebut, namun mereka memaksa.“Jadi, Ai tidak memperjualbelikan, tapi mereka memasksa beli. Jadi ya dijual kepada mereka,” ujarnya lagi.
Zauzi mengaku kecewa dengan prilaku oknum penjual tersebut, karena, sambung dia, selama ini Satpol PP, Dinas Pendidikan, Polsek dan Kemenag tergabung didalam Tim Penanggulang Kenakalan Remaja.Tetapi ini malah menjual miras. “Kita bentuk tim penanggulangan kenakalan remaja, bahkan kita bersama-sama Kemenag melakukan razia rutin, untuk menangani kasus kenakalan remaja, seperti ngelem, minum pil, mabuk dan kenakalan lainnya. Tapi tidak tahunya ada oknum Kemenag sendiri yang jual miras,” tambahnya.
Perintah Kasatpol PP, kasus yang melibatkan pegawai Kemenag ini akan disampaikan kepada Kepala Kemenag, agar hal-hal ini tidak terulang kembali, karena menurutnya adanya penangkapan Pegawai Kemenag tersebut jelas telah mencoreng sekali. Walaupun, sambung dia alasan yang bersangkutan memproduksi tuak ini guna kegiatan tertentu.Sementara itu, pengakuan Hendri, salah satu pemuda asal Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, mengaku membeli dua kali miras jenis tuak di kediaman Ai.
“Sudah dua kali saya membeli ditempat dia (Ai), satu kampel (kantong plastik) harganya Rp20 ribu saja,” akunya.Selain itu, pemuda lainnya mengaku jika dirinya juga mengkonsumsi tuak, dan juga mengonsumsi obat batuk sebanyak 2 boks bersama rekanya. Obat batuk sachet itu berisi 30.  Akibatnya tampak pemuda berkelakuan aneh, yang dikarenakan sudah telah mengkonsumi tuak yang dicampur dengan puluhan sachet obat batuk tersebut.  
Terkait hal ini, dikatakan anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara Burhan sangat menyayangkan atas perilaku remaja yang telah mengkonsumsi miras. Apalagi dirinya mengaku terkejut dengan adanya ke terlibatnya Pegawai Kemenag yang menjual Miras kepada orang lain.Dengan kejadian ini dia, Burhan berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda), dan Kantor Kemenag bisa dengan serius menangani hal ini.“Kita berharap dapat ditangani secara serius. Karena jika dibiarkan percuma adanya tim Penggulangan Kenakalan Remaja. Untuk itu kita berharap dapat memberikan tindakan tegas atas kasus ini,” pungkasnya. (dan)

 

Berita Terkait