59 TKI yang Ditahan Jiran Dipulangkan

59 TKI yang Ditahan Jiran Dipulangkan

  Sabtu, 9 June 2018 10:42

Berita Terkait

SANGGAU – Sebanyak 59 orang Tenaga Kerja Indonesia yang bermasalah di Malaysia dipulangkan ke Indonesia pada, Jumat (8/6) sekira pukul 09.45 wib.

Pemulangan TKI bermasalah tersebut turut diawasi oleh anggota Polsek Entikong dipimpin Bripda Nikolas Guntur selaku petugas jaga Subsektor Entikong.

 “Mereka berjumlah 59 orang ini sebelumnya ditahan di Malaysia dan sudah dipulangkan ke Indonesia. Kami turut mengamankan pemulangan mereka. Ini merupakan tugas dalam melindugi,mengayomi dan melayani masyarakat,” ujar dia.

Setelah melaksanakan screening, para TKI tersebut akan dibawa ke Dinas Sosial Provinsi Kalimantam Barat untuk di data dan di pulangkan ke daerah masing-masing.

 “Mereka dibawa ke dinas sosial dan akan dipulangkan ke daerah masing-masing,” katanya.

TKI Sambas Mudik

Sementara itu arus mudik Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terutama warga Kabupaten Sambas yang bekerja di Malaysia, mulai kelihatan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Selasa (5/6). “Arus mudik TKI di PLBN pada Selasa sudah mulai kelihatan,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Sintete, Achmat Wahyudi, Selasa (5/6) dihubungi wartawan.

Arus mudik ini, bebernya, terpantau mulai meningkat pada Selasa tersebut. Dimana sejak pagi hingga siang hari, mulai banyak TKI berdatangan.

“Mulai pukul 06.00 WIB sampai siang hari, dari identitas mereka, dominasi warga Kabupaten Sambas yang bekerja di Malaysia,” katanya. Para TKI ini, biasanya datang secara berkelompok.

“Mereka masuk ke Indonesia secara berkelompok atau rombongan, dimana satu kelompok biasanya berkisar 30 orang,” katanya.

Sampai saat ini, seluruh proses antrean berlangsung tertib dan terkendali. “Sampai saat ini semua berjalan tertib. Kami dari Bea Cukai juga sudah mengantisipasinya, dengan menambah personil BC 3 orang. Bila antrean terlalu banyak dan macet, siap difungsikan X Ray di ruang keberangkatan guna memperlancar arus mudik,” katanya.

KPPBC Tipe Madya Pabean C Sintete, mengantisipasi lonjakan pelintas di PLBN Aruk, mempersiapkan antisipasi mulai dari penambahan personil hingga sarana dan prasarana. Kapan terjadi lonjakan arus mudik TKI di PLBN Aruk, Wahyudi menjelaskan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, mulai tujuh hari sebelum lebaran idulfitri atau H-7.

Dihubungi terpisah, Kepala Balai Karantina Wilayah Kerja Sintete Kabupaten Sambas, Cecep Suherman menyatakan, tak ada lonjakan berarti untuk aktivitas Balai Karantina Wilayah Kerja Sintete. Karena untuk pertanian khususnya pangan, melewati Pelabuhan di Pontianak.

“Tak ada peningkatan, sama seperti biasanya. Saya lihat barang-barang pertanian khususnya pangan kebanyakan lewat pelabuhan di Pontianak. Karena pangan yang biasanya kebanyakan dari pulau Jawa, terlihat dibawa angkutan kapal laut dari Jawa melalui Pelabuhan di Pontianak, kalau melalui pelabuhan di Sintete hanya 1 - 2 buah kapal laut,” kata Cecep Suherman, Selasa (5/6). (fah/sgg/indah)

Berita Terkait