500 Pelajar Terangi Kota Sukadana

500 Pelajar Terangi Kota Sukadana

  Selasa, 7 May 2019 10:06
PAWAI OBOR: Ratusan pelajar sebagai peserta Pawai Obor mulai bergerak dari Masjid Agung Oesman Al-Khair mengelilingi Kota Sukadana, dalam kegiatan menyambut Bulan Suci Ramadan, Minggu (6/5) malam. PAGE FACEBOOK JUMADI GADING

Berita Terkait

Pawai Obor Sambut Ramadan 1440 H
 

SUKADANA – Sekitar 500 pelajar memeriahkan pawai obor dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1440 Hijriah yang digelar di Kota Sukadana, Minggu (6/5) malam. Pawai dimulai sekitar pukul 20.30 WIB setelah umat Islam menunaikan ibadah salat tarawih berjemaah yang dikumandangkan di Masjid Agung Oesman Al-Khair, tak jauh dari Tugu Durian yang merupakan ikon kota ini. 
Pawai dilepas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Romi Wijaya. Pawai ini dimulai dari halaman Masjid Agung Oesman Al-Khair, kemudian menyusuri Jalan Bhayangkara – Jalan Sepakat – Jalan Manunggal – Jalan Tanjungpura, lalu kembali lagi ke halaman masjid.
Selain pelajar yang masih berusia belasan tahun, sejumlah anak-anak di bawah 10 tahun yang didampingi orang tuanya, juga ikut berpartisipasi dalam perhelatan budaya tahunan ini. Pawai obor ini juga menarik perhatian warga. Beberapa di antaranya ada yang spontan mengabadikan moment ini menggunakan kamera smartphone.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kayong Utara, Jumadi Gading menjelaskan bahwa kegiatan Pawai Obor ini dilegar selain dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan, juga berperan menjauhkan remaja-remaja di Kabupaten Kayong Utara dari kegiatan-kegiatan negatif. "Kita berusaha membangkitkan kenangan romantisme masa lalu. Ketika kita kecil, sering mengikuti kegiatan ini. Tujuannya untuk menghindari, anak-anak kearah perbuatan yang negatif.," katanya usai gelaran Pawai Obor di Kota Sukadana.
Pawai obor dalam rangkan menyambut Bulan Suci Ramadan 1440 Hijriah ini sendiri diikuti oleh para pelajar SMP, SMA, dan SMK. Meski ada pula beberapa pelajar SD yang ikut berpartisipasi dengan didampingi orang tuanya. "Insyaallah tahun depan kalau tidak ada halangan, akan kita laksanakan lagi," imbuhnya.
Mantan jurnalis tersebut menambahkan, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kayong Utara hanya mengambil peran di awal Ramadan. Sementara untuk kegiatan malam Idulfitri nanti, akan diambil alih oleh pengurus Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) setempat.
Menurut dia, saat dimulai pertama kali pada 2017 silam, animo warga sangat besar untuk turut serta dalam perhelatan budaya tahunan ini. Selain Pawai Obor, mereka juga akan menggelar Festival Keriang Bandung selama Bulan Suci Ramadan 1440 Hijriah ini. "Lomba keriang bandong akan tetap kita laksanakan dan  ada hadiahnya," jelas pria yang kini juga menjabat sebagai Pelaksanatugas Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara tersebut. 
Pelaksanaan Pawai Obor mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Salah satunya, dari Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Kayong Utara, Hongky Chandraliman. Di dalam status facebook dia menulis: Semoga Sukadana selalu lestari dalam budaya. Ingat masa-masa kecil, berbaur bersama ras, suku dan agama yg berbeda dlm Pawai Obor. Dalam status tersebut dia menampilkan sejumlah foto-foto menarik dari kegiatan tersebut. (dan)

Berita Terkait