5 Orang Tewas Akibat Penembakan Massal di Illinois, AS

5 Orang Tewas Akibat Penembakan Massal di Illinois, AS

  Sabtu, 16 February 2019 13:17
Polisi menyebut pria bersenjata itu sebagai Gary Martin, 45, seorang karyawan di perusahaan yang dilaporkan dipecat sebelum serangan itu. Petugas menolak untuk berspekulasi motif penembakan (AP)

Berita Terkait

Lima orang tewas dan beberapa lainnya terluka ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke sebuah taman industri di negara bagian Illinois, Amerika Serikat. Dilansir dari BBC pada Sabtu (16/2), pria bersenjata itu tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Lima petugas ditembak dan terluka. Penembakan itu terjadi di area perusahaan manufaktur di Aurora, sebuah pinggiran kota , sekitar 40 mil sebelah barat Chicago.

Polisi menyebut pria bersenjata itu sebagai Gary Martin, 45, seorang karyawan di perusahaan yang dilaporkan dipecat sebelum serangan itu. Petugas menolak untuk berspekulasi motif penembakan. Namun surat kabar Chicago Sun Times melaporkan bahwa keluarganya mengatakan, dia stres.

Kepala Polisi Aurora, Kristen Ziman mengatakan, sebelumnya polisi menerima laporan tentang penembak di Aurora sekitar 13:24 waktu setempat. Mereka ditembaki ketika mereka tiba di tempat kejadian.

Ziman mengatakan, satuan tugas penyelamat dengan cepat dikerahkan ke kawasan industri, disertai dengan layanan darurat, termasuk pemadam kebakaran dan paramedis.

Chris Southwood dari Illinois Fraternal Order of Police menggambarkan, polisi yang datang ke TKP sebagai para pemberani. "Para perwira tidak ragu untuk benar-benar mempertaruhkan nyawa mereka hari ini untuk menghentikan pertumpahan darah lebih lanjut," kata Southwood dalam sebuah pernyataan.

Dari lima petugas yang terluka, dua diangkut ke pusat trauma terdekat. Nama-nama lima orang yang terbunuh belum dirilis. Seorang saksi mata, John Probst yang bekerja di Henry Pratt Company mengatakan, ia melihat penyerang, yang ia kenali sebagai kolega. Dia mengatakan, pria itu membawa pistol yang dilengkapi dengan penglihatan laser, tetapi ini belum dikonfirmasi oleh pejabat.

Seorang karyawan di Capitol Printing mengatakan kepada ABC7, kalau mereka bersembunyi di lemari ketika penembakan dimulai. Sementara yang lainnya di gedung terdekat mengunci diri.

Senator Illinois Tammy Duckworth mengatakan, ini adalah hari yang menakutkan dan menyedihkan bagi semua warga Illinois dan Amerika.

Presiden Donald Trump telah diberitahu tentang kejadian itu, menurut juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia 
Reporter      : Dinda Lisna/Jawa Pos

Berita Terkait