4 Warga Polandia Nyolong Flora dan Fauna

4 Warga Polandia Nyolong Flora dan Fauna

  Kamis, 30 May 2019 10:02
TAHAP DUA. Empar Warga Polandia saat tahap dua di Kejari Sintang oleh pihak Imigrasi Kelas II TPI Sanggau, Selasa sore kemarin. imigrasi for pontianakpost

Berita Terkait

Imigrasi: Sudah Tahap Dua

SANGGAU – Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sanggau, Tjatur Sumardiyanto mengatakan kasus penyalahgunaan izin tinggal oleh empat warga negara Polandia telah dilakukan tahap dua di Kejaksaan Negeri Sintang, Selasa (28/5) kemarin. 

 “Jam lima sore kemarin (Selasa) para tersangka dan sejumlah barang bukti telah dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Sintang,” ungkapnya Rabu (29/5) kepada harian ini. Dikatakannya, Orzulak Jakub Michal dan rekan-rekannya melakukan penyalahgunaan izin tinggal sebagaimana yang diatur dalam Pasal 122 huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. 

 “Mereka berempat ini, izinnya wisata tetapi mereka masuk ke hutan-hutan yang dilarang. Jadi, mereka sudah menyalahgunakan izin mereka. Inilah yang ditangani oleh kami,” jelasnya. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pelaku pencurian flora dan fauna di Kalbar yang melibatkan empat warga Polandia yakni JM, RP, PY dan GM sedang dalam proses oleh pihak berwenang. Keempatnya bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Keempatnya ditangkap karena disinyalir mencuri beberapa jenis satwa dan tumbuhan di kawasan konservasi hutan Bukit Kelam dan Bukit Rentap, Kabupaten Sintang, 19 Maret 2019 lalu.

Sejumlah hewan dan tumbunan yang mereka kumpulkan berjumlah 279 satwa dan 4 anggrek. 

Rinciannya, 3 ekor Kalajengking Cambuk Tidak Berekor, 42 ekor kalajengking cambuk berekor, 19 ekor kalajengking, 96 ekor laba-laba, 45 ekor kelabang, 20 ekor kaki seribu dan 10 ekor kecoak hutan.

Selain itu, ada juga 40 ekor kumbang tanah, 3 ekor katak mulut sampit dan satu ekor ular birang. Sedangkan jenis tumbuhan yang diambil yakni dua jenis anggrek onchidium, satu jenis anggrek merpati dan satu jenis anggrek cattlaya.

Usai diidentifikasi, satwa dan tumbuhan yang diambil tersebut tidak termasuk dari jenis yang dilindungi. Mengenai izin wisata, namun diduga melakukan penelitian, mereka telah melanggar aturan keimigrasian. (sgg)

Berita Terkait