4 Desa Terapkan Metode Hazton

4 Desa Terapkan Metode Hazton

  Selasa, 22 March 2016 09:24
METODE HAZTON : Hamparan padi yang dikelola petani di Desa Peniraman Kecamatan Sungai Pinyuh menerapkan metode hazton. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SUNGAI PINYUH- Penerapan metode hazton menjadi berkah bagi petani di Kabupaten Mempawah. Para petani mengaku dengan metode hazton, sukses mendongkrak produktivitas panen padi. Kini, semakin banyak petani di Mempawah yang menerapkan metode tersebut.

“Metode hazton terbukti maksimal dalam memacu pertumbuhan padi. Terlihat dari bentk fisik tanaman padi usia satu minggu dengan metode hazton serupa dengan fisik padi usia satu bulan dengan metode lainnya,” kata Rokib, Petani Desa Peniraman, kemarin.

Menurut Rokib, penerapan metode hazton tidak hanya memberikan dampak positif terhadap tumbuhkembang padi dan hasil panen. Melainkan juga membantu kerja petani menjadi semakin ringan.

“Dengan metode biasa, para petani harus sering berjaga di sawah. Mulai dari proses tanam hingga panen kita sibuk di sawah. Tapi dengan metode hazton ini jadi bisa santai-santai di rumah. Makanya semakin banyak yang beralih ke metode hazton. Tadinya hanya 20 hektare, kini ada 200 hektare lahan yang menerapkan metode hazton,” ungkapnya.

Senada itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Nusapati, Erwin Dian Riswanda menyebut penerapan metode hazton juga menjadi berkah bagi petani di Desa Nusapati Kecamatan Sungai Pinyuh. Pada musim panen lalu, petani sukses menghasilkan 5, 7 ton padi per hektare. Jumlah itu pun meningkat tiga ratus persen dibandingkan musim panen sebelumnya.

“Kalau pada musim tanam lalu, hasil panen Poktan Rukun Tani hanya 1-8 hingga 2, 2 ton padi per hektare. Nah, setelah menerapkan metode hazton ini maka hasilnya meningkat tiga kali lipat mencapai 5, 7 ton per hektare,” sebutnya.

Sementara itu, Camat Sungai Pinyuh, Syamsul Rizal mengaku gembira dengan hasil panen petani dengan menggunakan metode hazton. Terbukti, hasilnya sangat memuaskan dan memberikan dampak positif untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat tani.

“Di Kecamatan Sungai Pinyuh ada empat desa yang sudah menerapkan pola hazton ini. Yakni di Desa Peniraman, Nusapati, Sungai Bakau Besar Laut (SBBL) dan Sungai Batang. Kita lihat hasil panen di Peniraman dan Nusapati sangat memuaskan,” paparnya.(wah)

Berita Terkait