32 Peserta Dinyatakan Lulus Oleh BI

32 Peserta Dinyatakan Lulus Oleh BI

  Kamis, 13 September 2018 10:00
FINTECH: Suasana penutupan Inkubator Fintech Bank Indonesia, di Aula BI Kalbar, kemarin. Sebanyak 32 peserta dinyatakan lulus dalam pembinaan hampir 3 bulan ini. ARISTONO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Awal Kebangkitan Fintech Lokal

PONTIANAK – Setelah dimulai pada akhir Maret lalu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat (Kalbar), program Inkubator Fintech Bank Indonesia ditutup, kemarin (12/9). Dalam penuntupan program hadir Kepala Kantor OJK Kalbar, perwakilan Sekda Kalbar, Kadin Kalbar, dan OPD dari Pemerintah Kota Pontianak serta pihak lainnya. 

Kepala Kpw BI Kalbar Prijono mengatakan, program pembinaan pelaku Fintech lokal yang baru pertama kali diadakan ini telah melususkan 32 peserta, dengan berbagai aplikasi yang mereka miliki. “Kami bersyukur sejak pendaftaran hingga penutupan saat ini peserta tetap sama. Tidak ada yang tidak lulus, dan tidak ada yang berhenti di tengah jalan," ujarnya.

Menurutnya, program tersebut sabagai langkah BI ikut meningkatkan level pelaku UMKM di Kalbar. Seiring dengan perkembangan media digital dan penetrasi internet yang begitu kencang di Kalbar, ide Inkubator Fintech pun muncul. "Kami ingin melalui program yang ada, pelaku usaha dari mikro bisa menjadi kecil, dari kecil bisa menengah, dan bahkan bisa menjadi pelaku usaha besar," papar dia.

Pada kesempatan tersebut ia memaparkan bahwa berdasarkan pengamatannya, kesuksesan pelaku UMKM terdiri dua hal yakni kecintaannya pada apa yang dilakoni dan kebermanfaatnya bukan untuk dia sendiri pribadi pelaku akan tetapi untuk masyarakat luas. "Dua hal tersebut tentu menentukan kesuksesan seseorang. Semoga peserta yang ada sangat mencintai apa yang dilakoninya dan bermanfaat luas bagi masyarakat luas, ekonomi dan sosial," jelas dia.

Dibukanya inkubator tersebut bukannya tak beralasan mengingat saat ini fintech menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Dia memaparkan tentang perkembangan sistem pembayaran yang telah memanfaatkan teknologi atau diistilahkan dengan finansial technologi (fintech). 

Teknologi inilah yang menurutnya mesti dimanfaatkan pelaku usaha untuk memudahkan bisnisnya dari sisi pembayaran. Kalau dulu sistem pembayaran hanya mengandalkan perbankan, namun sekarang sudah banyak alternatif pembayaran dengan cara lain, dan fintech adalah salah satunya. 

Dia mengatakan peluang fintech sangat terbuka lebar, sebab perbankan yang ada saat ini belumlah meghadirkan kemudahan secara penuh bagi banyak masyarakat. Buktinya masih ditemukan orang-orang yang meminjam uang melalui rentenir.  Penerapan fintech pun kata dia, sudah bukan hal baru lagi. Dalam penerapan teknologi, kata dia penggunaan kartu hingga teknologi QR Code, telah melekat sebagai sistem pembayaran berbasis digital. 

Ada sejumlah fintech buatan anak negeri yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha.  Salah satunya adalah Abangdesa. Aplikasi ini bertujuan memperluas akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah hingga ke perdesaaan.  

Abangdesa merupakan peer to peer lending marketplace siap menghubungkan investor dengan pelaku usaha dengan Founder Abangdesa Adi Warna dan Sutopo Widodo serta co Founder Sy Hidayatullah Alkadrie dan Paul Candra.

“Kami menyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah,” ujar Founder Abangdesa Adi Warna.

Dia berharap kehadiran Abangdesa dapat memperluas permodalan menjangkau pelaku usaha kecil. "Bagi pelaku usaha kehadiran abangdesa diharapkan dapat memberikan akses permodalan yang lebih besar kepada pelaku usaha termasuk bagi mereka yang berada di desa yang selama ini belum terjangkau oleh lembaga keuangan yang ada," ungkapnya saat menjadi pembicara dalam penutupan Inkubator Fintech tersebut. (ars)

Berita Terkait