30 Persen Pengguna KB di Kalbar Pakai Implant

30 Persen Pengguna KB di Kalbar Pakai Implant

  Rabu, 2 December 2015 08:24
Rombongan didampingi Kepala Badan KB Mempawah, Vinencia Tarigan memantau ruang pelayanan KB di Puskesmas Sungai Pinyuh

Berita Terkait

SUNGAI PINYUH- Rombongan Borneo Mupen On The Roed menyambangi Kecamatan Sungai Pinyuh, Selasa (1/12) siang. Mengambil tempat di Puskesmas Sungai Pinyuh, program BKKBN Kalbar bekerjasama dengan TNI dan Polri itu memberikan pelayanan KB Gratis MKJP IUD dan Implant.

Ketua rombongan Borneo Mupen On The Roed, Gun Djailani menerangkan, kegiatan yang dilaksanakan pihaknya merupakan buah kerjasama antara BKKBN, Polri dan TNI. Tujuannya, memberikan penyuluhan dan informasi sekaligus memberikan pelayanan kesehatan melalui mobil penerangan.“Penerangan yang diberikan sesuai dengan tupoksi masing-masing. BKKBN dengan program KB, TNI dengan ketahanan nasional dan Polri terkait kamtibmas. Setiap unit mobil juga dilengkapi dengan petugas dan peralatan medis,” kata Djailani kepada Pontianak Post.

Djailani menyebut tantangan yang dialami pihaknya dilapangan tidak hanya pada pelayanan kesehatan, melainkan juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait informasi kesehatan itu sendiri. Misalnya,  menepis kecemasan kaum ibu terhadap penggunaan implant bagi kesehatan manusia.“Sebisa mungkin kita berikan pandangan dan pemahaman bahwa memasang implant itu bukan hal yang menakutkan. Jika juga memaparkan dampak positif dari pemasangan implant itu sendiri. Sehingga dengan sendirinya, masyarakat bersangkutan bersedia memasang implant,” tuturnya.

Terkait penggunaan implant itu sendiri, Djailani mengungkapkan, dari data yang dihimpun pihaknya menunjukan 30 persen dari total pencapaian program KB di Kalbar. Sebab, penggunaan implant dinilai lebih efektif dan menguntungkan.“Misalnya ada 1000 pengguna KB di Kalbar, maka 30 persen dari jumlah itu sudah menggunakan implant. Penggunaan implant ini kita sebut sebagai metode kontrasepsi jangka panjang. Karena, cukup sekali pasang penggunaannya bisa bertahan selama tiga tahun,” paparnya.

Bahkan, sambung dia, penggunaan implant sekarang jauh lebih praktis dibandingkan sebelumnya. Jika dulu menggunakan enam batang, sekarang cukup dengan dua batang saja. Dari segi keamanan juga lebih terjamin, karena penggunaan alat sekali pasang langsung buang untuk menjaga sterilisasinnya.“Kita menghimbau masyarakat yang secara medis cocok fisiknya, agar menggunakan implant. Penggunaan implant bisa dilakukan dengan jangka panjang dan efektif. Dibandingkan harus memakai pil setiap bulan dan suntik setiap tiga bulan. Maka lebih aman menggunakan implant,” pendapatnya mengakhiri.(wah)

 

Berita Terkait