3 Menteri akan Resmikan Pencanangan SGAR

3 Menteri akan Resmikan Pencanangan SGAR

  Senin, 1 April 2019 10:56
BANGUN SMELTER: Suasana rapat persiapan pencanangan pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah. WAHYU JARTHAKUSUMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Dijadwalkan Tanggal 4 April

MEMPAWAH - Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit segera terwujud. Pencanangan pembangunan tersebut akan dilakukan 3 mentri. Menyambut kedatangan 3 pejabat negara itu, Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar rapat persiapan, kemarin di Kantor Bupati Mempawah.

“Sesuai agenda dan rencana yang telah kami terima, 3 mentri yang akan hadir dalam kegiatan pencanangan SGAR ini diantaranya, Mentri BUMN, Mentri ESDM dan Mentri Perindustrian. Kegiatan ini berlangsung pada 4 April nanti,” ungkap Bupati Mempawah, H Gusti Ramlana, S.Sos saat memimpin rapat.

Ramlana menyampaikan, rombongan 3 menteri kabinet kerja ini akan berangkat dari Jakarta menuju Pontianak, pagi dengan menggunakan transportasi udara. Setibanya di Bandara Supadio Pontianak, rombongan direncanakan melewati jalur darat menuju ke lokasi acara di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit.

“Jika seluruh agenda ini berjalan lancar, maka pada siang harinya kita akan memulai acara pencanangan di Desa Bukti Batu. Maka, kami minta masing-masing satuan dapat melaksanakan tugasnya sesuai porsi yang ada,” harapnya.

Meski hanya fokus pada acara pencanangan, Ramlana meminta seluruh pihak mengantisipasi kunjungan dadakan yang dilakukan rombongan menteri ke lokasi Pelabuhan Kijing yang berada di kawasan yang sama.

“Maka, perlu kita antisipasi. Dalam artian, jangan sampai kunjungan mentri ini dimanfaatkan pihak lain untuk berspekulasi baik demi kepentingan tertentu maupun pribadi terutama menyangkut kegiatan pelabuhan,” pesannya mengingatkan.

Sementara itu, Direktur Keuangan Borneo Alumina Indonesia (BAI), Afrizal Akmal mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Kalbar terkait izin dan pengamanan kegiatan kunjungan 3 mentri dalam acara pencanangan SGAR di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit.

“Kami sudah bertemu Pak Kapolda dan izin kegiatan sudah keluar. Informasi yang kami terima berkaitan dengan teknis dilapangan, rombongan akan berangkat dari Jakarta pada pagi, kemudian menuju ke Mempawah dan diperkirakan akan tiba pukul 11.30. Acaranya tidak lama hanya 1 jam saja. Nanti akan ada pemaparan dan sambutan atau arahan,” paparnya.

Afrizal menyebut, dipilihnya Mempawah sebagai lokasi pembangunan SGAR tidak terlepas dari sejumlah faktor strategis. Dari sisi logistik, Mempawah dianggap sebagai daerah yang paling menguntungkan dalam proses produksi dan transportasi. “Kenapa dipilih Mempawah, karena punya keunggulan dari sisi logistik. Sebab, Mempawah nanti akan memiliki pelabuhan dan lokasinya dekat dengan pabrik smelter yang akan dibangun ini,” sebutnya.

Disamping itu, imbuh dia, Mempawah juga merupakan daerah transit di Kalbar yang memiliki keunggulan ekonomi. Dengan posisi Mempawah yang strategis dan didukung keberadaan pelabuhan, maka pembangunan SGAR itu sangat penting.

“Antam memiliki sumber daya bauksit yang cukup besar berada di Toho, Mempawah dan Landak. Selama ini kita hanya menjual bahan mentah dalam bentuk tanah. Sehingga, manfaat ekonominya dinikmati negara pembeli. Sebab, setelah bahan mentah itu diolah menjadi alumina maka dijual lagi ke Indonesia,” ujarnya.

Selama ini, timpal dia, Inalum membeli bahan baku alumina dari negara luar seperti Australia, China, India dan negara lain yang memiliki pabrik. Kondisi ini menyebabkan harga jualnya cukup tinggi. Maka, dengan dibangunnkan SGAR di Sungai Kunyit maka biaya logistik dalam negeri akan lebih murah.

“Apabila pabrik ini sudah dibangun dan beroperasi, maka akan mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pelabuhan Kijing. Sehingga, Kabupaten Mempawah akan menjadi pusat industri masa depan,” tegasnya. (wah)

Berita Terkait