3 Faktor Utama Penentu Bisnis Properti

3 Faktor Utama Penentu Bisnis Properti

  Jumat, 9 September 2016 09:30

Berita Terkait

SERPONG- Managing Director Paramount Land Andreas Nawawi menjelaskan, dalam dua minggu terakhir banyak sentimen positif bagi perekonomian Indonesia. Itu didukung Bank Indonesia yang minggu lalu telah melakukan penyesuaian kebijakan makroprudensial berupa kelonggaran ketentuan kredit properti.

 
"Ada tiga hal yang menentukan bisnis properti yakni momentum, manajemen, dan lokasinya," kata Andreas, kemarin (7/9).

Dia menegaskan properti tidak akan terus menerus berada di bawah. Sebagai bukti penjualan produk terbarunya yakni Solvang Arcade sudah terjual 60 persen padahal baru diluncurkan kemarin. Andreas menjelaskan, beberapa kelonggaran yang dibuat Bank Indonesia yakni berupa kenaikan Loan to Value (LTV)/ Financing to Value (FTV).

Sebelumnya melalui Paket Kebijakan Ekonomi XIII yang isinya mengenai penyederhanaan jumlah dan waktu perizinan untuk membangun rumah yang sebelumnya 33 izin dan tahapan, menjadi sebelas izin dan rekomendasi.

Serangkaian kebijakan pemerintah diharapkan dapat berpotensi mendorong pertumbuhan sektor properti karena dinilai memiliki efek multiplier yang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selain meningkatkan kemampuan konsumen dalam membeli produk-produk properti. Adanya relaksasi itu tentu saja akan dapat memberi dampak yang signifikan terutama bagi konsumen yang menggunakan KPR ataupun KPA.

Melihat momentum yang baik itu, lanjut Andreas, tentu harus dimanfaatkan dengan baik tidak saja bagi konsumen tetapi juga bagi pengembang. "Kami memberikan pilihan produk investasi yang sangat beragam baik jenis dan harganya mulai kavling komersial, ruko strata, ruko custom, big custom homes, apartemen, hingga kondominium," jelas Andreas.

Direktur Paramount Land, Frans Wongso mengatakan kualitas bangunan Solvang Arcade dan lingkungannya sangat baik. Untuk kebutuhan konsumen, pihaknya berkomitmen memenuhi harapan tersebut dengan menjaga kualitas bangunan dan menyelesaikan setiap proyek 100 persen tepat waktu.

"Saat ini konsumen properti sudah semakin cerdas dan kritis, mereka sudah sangat paham tentang kualitas bangunan," tuturnya. (vit/far/jos/jpnn)

Berita Terkait