20 Ribu Pelajar Khataman Bersama

20 Ribu Pelajar Khataman Bersama

  Minggu, 21 Oktober 2018 08:38
KHATAMAN ALQURAN: Peserta mengikuti Khataman Alquran massal di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, dalam rangka menyemarakkan hari jadi Kota Pontianak, Sabtu (20/10). HARYADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Lebih dari 20 ribu pelajar, mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA mengikuti Khataman Massal Alquran di Masjid Raya Mujahidin, Sabtu (20/10). Pantauan Pontianak Post, ruang masjid bagian atas dan bawah penuh dipadati pelajar. Lantunan ayat suci Alquran oleh semua peserta membuat suasana begitu religius.

PELAKSANATUGAS Wali Kota (Plt Wako) Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan keterkejutannya, lantaran peserta khataman massal ini jumlahnya membeludak, melebihi dari target. “Tahun ini khataman massal Alquran saya perkirakan di atas 20 ribu peserta. Target kita 15 ribu, ternyata membeludak di atas 20 ribu,” ujarnya.

Edi menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin digelar setiap tahun sebagai rangkaian Hari Jadi Kota Pontianak. Membeludaknya jumlah peserta khataman dinilai Edi sebagai semangat dan cerminan bahwa umat muslim di Kota Pontianak sangat merasakan nuansa religinya. “Harapan kita, khataman Alquran yang dirangkaikan dengan Hari Jadi Kota Pontianak bisa menjadikan generasi muda yang Qurani dan Islami,” harapnya.

Semua peserta khataman Alquran massal ini, dipastikan Plt Wako akan memperoleh sertifikat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, yang ditandatangani langsung olehnya. Mengenai khataman Alquran ini, ditegaskan diia, menjadi sesuatu yang wajib bagi lulusan sekolah menengah pertama SMP. Hal itu, menurut dia, harus dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat khatam yang disyaratkan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan sekolah menengah atas (SMA). "Ini sebagai motivasi para orang tua dan anak-anak untuk bagaimana Alquran ini dibaca, dipahami, dan diterapkan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak, Mulyadi, mengungkapkan bahwa kegiatan yang melibatkan puluhan ribu peserta ini, sudah kali ketiga sukses digelar. Padahal kali pertama mereka menyelenggarakannya, para pesertanya hanya mencapai 5 ribu pelajar. Kemudian pada perhelatan yang kedua, dengan target 15 ribu, ternyata melampaui hingga 27 ribu lebih peserta. Bahkan pada saat itu mereka berhasil memecahkan rekor MURI. “Kemudian pada tahun 2018 ini kami targetkan peserta 15 ribu, tetapi membeludak seperti tahun sebelumnya. Saya perkirakan jumlahnya mencapai lebih dari 20 ribu peserta,” terangnya.

Mereka yang telah mengikuti khataman massal ini, lanjut Mulyadi, akan mendapatkan sertifikat khatam, yang ditandatangani Plt Wako. Namun, dia menambahkan, tentu semua berdasarkan data-data yang dikirim oleh sekolah-sekolah  yang mengikutsertakan anak didiknya.

Membeludaknya jumlah peserta melebihi yang ditargetkan, dinilainya sebagai wujud antusiasme para orang tua, untuk mengikutsertakan anak-anaknya dalam khataman massal. “Ini adalah modal dasar yang sangat baik bagi kita untuk mengembangkan generasi muda kita ke depan menjadi generasi muda Qurani,” pungkas sosok yang juga Sekretaris Daerah Kota Pontianak tersebut.

Sementara itu, salah satu pembaca khataman Alquran, Aura Alfakira Budiman, mengatakan bahwa ini adalah kali kedua ia mengikuti khataman Quran. "Tahun lalu saya ikut tapi sebagai peserta. Tahun ini saya dipilih untuk membacakan ayat suci Alquran dibarisan paling depan," katanya.

Ia begitu gembira usai proses khatam Alquran selesai. Apa yang didapatnya merupakan didikan dari pihak Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Pontianak dan orang tua yang sedari kecil sudah mengajarinya membaca Alquran. Tak hanya itu, sederet prestasi dari senin baca Alquran juga didapatinya. Tahun ini saja, ia mampu menyabet juara I lomba tilawah, tahfiz, dan tartil, mulai di tingjat kecamatan sampai menjadi perwakilan Kota Pontianak.

"Deg-degan pas baca Alquran. Tapi setelah selesai perasaan saya senang," ucap pelajar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Pontianak, Wahyudi.

Cerita terpilihnya ia menjadi salah satu pembaca khataman Alquran di barisan terdepan itu, dipilih langsung oleh pihak LPTQ. Ditanya pembinaan baca Alquran di sekolah, diakui dia, pasti ada. Bahkan, di sekolahnya, sebelum mulai jam belajar mengajar, terlebih dulu dilakukan tadarusan. “Itu setiap hari,” kata dia. (iza)

Berita Terkait