2 Bulan, Amnesti Pajak Kalbar Baru Rp20 M

2 Bulan, Amnesti Pajak Kalbar Baru Rp20 M

  Kamis, 8 September 2016 09:30

Berita Terkait

PONTIANAK – Jumlah laporan tax amnesty di Kalimantan Barat mulai meningkat, walaupun masih sangat kecil apabila dibandingkan dengan ekspektasi pemerintah. Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Kalbar mengkonfirmasi, sejak diberlakukan Juli lalum baru  delapan wajib pajak atau pengusaha di Kalbar yang melaporkan harta kekayaannya ke kantor pajak.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalbar Slamet Sutantyo mengatakan, hingga kini dana tebusan dari program amnesti pajak di wilayahnya baru mencapai Rp20 miliar. "Sementara untuk secara nasional kini dana tebusannya sekitar Rp5,1 triliun dari total harta yang diungkap Rp240 triliun," ujarnya, kemarin (7/9).

Slamet menjelaskan untuk dana repatriasi yang masuk ke Indonesia masih didominasi dari negara Singapura kemudian disusul negara Australia dan Swis. "Kembali ke Kalbar bahwa untuk perolehan dana tebusan yang ada membawa Kalbar menduduki rangking ke-13 meskipun sebelumnya sempat di posisi 10," tuturnya.

Dengan kondisi yang ada, ia mengatakan DJP Kalbar bersama KPP akan terus masif mengelar sosialisasi dan memberikan ruang konsultasi selebar- lebarnya kepada masyarakat. "Kita mengajak semua masyarakat untuk memanfaatkan program ini bila mana hartanya yang belum dilaporkan ke SPT tahun atau dalam pelaporanya belum tepat," jelasnya.

Slamet memprediksiakan jumlah wajib pajak yang memanfaatkan program ini akan semakin meningkat menjelang akhir September. "Masih ada waktu satu bulan untuk tarif tebusan dua persen jadi manfaatkan waktu yang ada," kata dia.

Dia berharap dengan bergulirnya waktu, para wajib pajak sadar dan mau melaporkan harta kekayaanya ke petugas pajak. Disamping pihaknya juga kata Slamet akan terus gencar melakukan sosialiaasi dan jemput bola. "Untuk target kita tidak ada. Karena untuk tax amnesty ini targetnya secara nasional, target uang tebusnya secara nasional yakni Rp165 triliun," sebutnya.

Slamet tak menampik Kalimantan Barat memiliki potensi yang besar untuk program ini. Hanya saja dia masih belum mau menyebutkan berapa angka yang ditargetkan dalam program ini. Menurut Slamet target yang diberikan ini hanya untuk skala nasional “Untuk Kalbar sudah banyak yang melaksanakan tax amnesti. Tetapi yang terpantau itu untuk dana dari dalam negeri saja, belum luar negeri,” ungkapnya.(ars)

Berita Terkait