1,8 Juta Hektare Gambut Berpotensi Terbakar

1,8 Juta Hektare Gambut Berpotensi Terbakar

  Kamis, 24 January 2019 15:18
BERSALAMAN: Menko Polhukam Wiranto menyalami Wagub Kalbar Ria Norsan sebelum memimpin Rakor Antisipasi Terjadinya Kahutla Tahun 2019 di Kantor Kemenko Polhukam, Rabu ( 23/1). HUMPRO KALBAR FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Wagub Kalbar Hadiri Rakor Karhutla 2019

Sekitar 1.860.000 hektare lahan gambut yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan. Perlu langkah pencegahan yang efektif agar bencana tahunan itu tidak kembali terulang.

IDIL AQSA AKBARY, Jakarta

UNTUK membicarakan hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar yang diwakili Wakil Gubernur Ria Norsan diundang langsung oleh Kemenko Polhukam dan KLHK mengikitu Rapat Koordinasi tingkat menteri di Jakarta, Rabu (23/1).

Dalam pertemuan itu pihak terkait membicarakan berbagai hal, termasuk bagaimana mengambil langkah pencegahan secara dini. Dengan harapan karhutla tidak kembali menjadi bencana tahunan yang berulang.

"Sesuai arahan menteri untuk segara melakukan pencegahan dini agar tidak terjadi karhutla yang akan menimbulkan asap cukup pekat," ungkap Norsan usai mengikuti Rakor Antisipasi Terjadinya Karhutla Tahun 2019 di Kantor  Kemenko Polhukam.

Menurutnya banyak kerugian yang ditimbulkan dari bencana tersebut. Tak hanya bagi warga di dalam negeri tapi juga negara-negara tetangga.

"Sehingga membuat negara tetangga terganggu, untuk mengantisipasi Pemprov akan mensinergikan bersama Pangdam, Kapolda terus berkoordinasi untuk meningkagkan upaya atasi karhutla ini," katanya.

Tak hanya itu, dalam waktu dekat, mantan Bupati Mempawah itu juga akan mengundang seluruh kepala daerah se-Kalbar. Mengadakan pertemuan dan membahas dari hasil Rakor di tingkat kementerian.

"Kalimantan salah satu wilayah rawan Karhutla selain Sumatra, lantaran kesamaan yang dimiliki seperti lahan gambut dan hutan yang masih lebat, dan Kalbar masuk delapan besar provinsi yang ditetapkan masuk kategori siaga Karhutla," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar T.T.A Nyarong yang mendampingi wagub menambahkan, untuk kelancaran pelaksanaan penanganan asap akibat Karhutla, Kalbar mendapat bantuan dari BNPB RI. Yakni berupa sepatu tahan panas sebanyak 145 unit, baju tahan panas 14 unit, pompa mesin pemadam 10 unit.

Selain itu ada pula bantuan dari KLHK berupa motor trail sebanyak 80 unit, tablet android sebanyak 30 unit dan jet scooter 30 unit. Sedangkan untuk peralatan mesin pompa utama dan menengah ada sebanyak 20 unit.

"Itu siap digunakan yang disebarkan di wilayah Kota Pontianak, Singkawang, Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Kayong Utara, Melawi, Sekadau, Sintang Bengkayang dan Sanggau. Masing-masing dua buah mesin pompa utama dan menengah serta fleksibel tank galon (5.677 liter)," pungkasnya.

Dalam Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menko Polhukam Wiranto dan didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya. Pada intinya pihak kementerian mengajak seluruh gubernur dan bupati/wali kota  yang mempunyai wilayah rawan Karhutla sama-sama mencegah. Harus segera diambil langkah-langkah pencegahan secara dini. "Segera lakukan Koordinasi semua stakeholder di wilayah masing-masing," pesan Wiranto.

Seperti diketahui, Rakor diikuti oleh 16 Gubernur, delapan Pangdam, 16 Kapolda, delapan Danrem se-Indonesia. Di tingkat pusat juga hadir Panglima TNI, Kapolri dan beberapa Menteri Kabinet Kerja.(*)

 

 

Berita Terkait