154 Mahasiswa Fatik IAIS Disebar

154 Mahasiswa Fatik IAIS Disebar

  Minggu, 8 July 2018 08:24
PEMBEKALAN: Rektor IAIS Sambas bersama dengan dekan dan dosen serta tamu undangan, menghadiri pembukaan pembekalan kepada mahasiswa Fakultas Tarbiyah yang akan melaksanakan PPL. FAHROZI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PPL di Puluhan Sekolah di Sambas

SAMBAS – Sebanyak 154 mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin (IAIS) Sambas, sepanjang 9 Juli – 9 Oktober akan disebar ke 30 tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Sambas. Penempatan mahasiswa dan mahasiswi dari tiga program studi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Keguruan MI, dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini tersebut dalam rangka pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun Akademik 2018/2019.

Pada Sabtu (7/7), mahasiswa mendapatkan pembekalan. Kegiatan diawali dengan pembukaan sekaligus pelepasan, yang dihadiri langsung Rektor IAIS Sambas, Dr. H. Jamiat Akadol, M.Si, M.H; Dekan FATIK IAI Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Dr. Hifza, M.Si, sejumlah dekan, dosen, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sambas, serta para kepala sekolah, dan madrasah di mana mahasiswa akan ditempatkan. Dalam acara pembukaan, juga dihibur dengan persembahan tarian tradisional.

Ketua Panitia, Susilawati, M.Si, mengatakan sebanyak 154 mahasiswa yang mengikuti PPL tahun akademik 2018/2019. Rinciannya, dari Program Studi Agama Islam sebanyak 57 mahasiswa dan mahasiswi di antaranya akan ditempatkan di  MAN Sambas, SMK Subur Insani, MA Basuni Imran, SMA N 1 Tebas, SMAN 2 Teluk Keramat, MA Yasti Teluk Keramat, SMP N 1 Sambas, SMP N 1 Sejangkung, serta SMP Muhammadiyah Simpang Empat.

Mahasiswa dan mahasiswi yang berasal dari Program Studi Pendidikan Keguruan Guru MI yang jumlahnya 71, akan ditempatkan di MIN Sekuduk, MIS Al Hikmah Sidang, MIS Al Islam Parit JAwai, MIS Al Mustaqin Tebas, MIS Amantubillah Tempatan, MIS At Taqwa Sambas, MIS Habbul Wathon Parit Lintang, MIS Ikhlasul Amal Sewabi, MIS Islamiyah Merabuan, MIS Muhammadiyah Pancur Tangaran, SDN 17 Satai, SDN 21 Nante, serta MIS Tholbiyah Rantau Panjang.

Kemudian 26 mahasiswi Program Studi Pebdidikan Islam Anak Usia Dini, akan ditempatkan di RA Babul Jannah Sambas, TK Pembina, RA Aman Sentosa Sekuduk, TK Islam Terpadu YA Bunayya Sukaramai, Paud Bunga Tanjung Sebawi, dan PAUD Pemulihan Sempalai.

Dekan FATIK IAI Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Dr. Hifza, M.Si, mengatakan PPL adalah upaya mendorong mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di kuliah. “PPL bagian dari tempat mengaplikasikan ilmu, memang bukan menjadi seorang guru, namun bagaimana memaksimalkan ilmu yang didapat, kemudian mencari pengalaman sebanyak-banyaknya dengan belajar langsung dengan guru yang sudah mengajar,” kata Hifza.

Hifza berpesan, ketika berada di lapangan, agar seluruh mahasiswa, untuk memperhatikan tingkat kepercayaan diri tapi jangan over percaya diri dan juga kualitas diri, serta jangan merasa tak bisa. “Harus mengoptimalkan diri, dari yang biasanya tak berani bicara di hadapan murid atau siswa, biasakanlah. Dan kalau kurang paham, tanyak ke pamong,” katanya.

Rektor IAIS Sambas, Dr. H. Jamiat Akadol, M.Si, M.H, menyebutkan PPL, khusus di Fakultas Tarbiyah, harus ada dan dilakukan, karena memang mahasiswa yang mengambil jurusan ini, diprogramkan sebagai calon guru. “Paling tidak, PPL ini memberikan pengalaman, karena jangan kan nak mengajar siswa atau murid. Kalau tak terbiasa, mau ngomong pun susah,” katanya.

Rektor juga berpesan agar mahasiswa yang ikut PPL untuk menjaga almamater. “Kalau nanti sudah di lapangan, jangan kaget masyarakat menyebut kampus kita masih STIT. Tolong beri penjelasan, sekarang namanya IAIS yang sebentar lagi berstatus negeri,” katanya. (fah)

Berita Terkait