120 Atlet Ramaikan Sumpit Open

120 Atlet Ramaikan Sumpit Open

  Selasa, 26 July 2016 09:30
PARA JUARA: Seluruh juara dari sembilan kategori pada turnamen bulutangkis Sumpit Open berfoto bersama usai penerimaan hadiah, kemarin (24/7) malam. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Sebanyak 120 atlet bulutangkis dari berbagai tingkatan di Ketapang dan Kayong Utara mengikuti ternamen bulutangkis Sumpit Open. Turnamen yang digelar untuk memotivasi pebulutangkis serta ajang silaturahmi ini, digelar sepanjang 22 – 25 Juli di GOR KT Ketapang.

 
Distributor Beras Sumpit Ketapang, Wilson, mengatakan, turnamen ini digelar atas inisiatif para pebulutangkis senior, serta minimnya turnamen bulutangkis di Ketapang. "Kita lihat turnamen bulutangkis di Ketapang ini sangat minim. Makanya pedagang dan distibutor Beras Sumpit mengajukan dan disetujui oleh pusat," katanya, kemarin (24/7).

Ia menjelaskan, selain sebagai hiburan dan silaturahmi, turnamen ini juga sebagai salah satu bentuk pembinaan kepada atlet bulutangkis yang ada di Ketapang. "Kita harapkan ini menjadi motivasi bagi para atlet untuk lebih giat lagi berlatih. Kita juga akan mengagendakan turnamen ini digelar setiap tahun, bahkan juga tingkat Kalbar," tegas pemilik Toko Jaya Kota itu.

Sementara panitia penyelenggara, Fehri, mengatakan, Sumpit Open ini memperebutkan piala di sembilan kategori. Disebutkan dia, mulai dari singel putra-putri SD hingga SMA, ganda putri, ganda campuran, hingga U80 campuran. "Totalnya ada 120 peserta. Itu juga kita batasi jumlah pesertanya," kata Fehri.

Ia mengaku jika sebelumnya peserta yang ingin ikut serta dalam turnamen sangat antusias. Terlebih, dia menambahkan bahwa turnamen ini tidak hanya untuk Ketapang, tapi juga untuk Kayong Utara. "Kita batasi untuk pelajar, kalau tidak dibatasi jumlahnya akan lebih banyak dari itu. Masyarakat sangat antusias dan menyambut baik turnamen ini," ungkapnya.

Ia menjelaskan, di Ketapang sendiri khusus turnamen bulutangkis masih minim. Dengan adanya turnamen seperti ini, diharapkan dia dapat memacu pengalaman dan memunculkan bibit baru bulutangkis. "Ini merupakan salah satu pembinaan untuk pemain bulutangkis dari jenjang bawah hingga dewasa. Serta memunculkan bibit bulutangkis yang berpotensi," jelasnya.

Namun demikian, ia berharap kepada Pemerintah Daerah Ketapang untuk memberikan dukungan terhadap dunia olahraga, khususnya bulutangkis. "Di Ketapang tidak ada gedung bulutangkis milik punya pemerintah. Jadi, setiap pemain yang ingin berlatih, harus membayar biaya lapangan. Jadi, kita juga butuh dukungan dari pemerintah daerah," harapnya.

Ia yakin, jika sarana dan prasarana telah dipersiapkan oleh pemerintah setempat, maka prestasi bulutangkis Ketapang dapat berbicara banyak di tingkat provinsi. "Hingga saat ini kita akui pembinaan yang dilakukan masih kurang. Namun, keterlibatan pihak swasta juga tidak dapat dipandang sebelah mata. Pemda juga tidak boleh tutup mata. Ini juga demi nama Ketapang agar lebih terdongkrak lagi," pungkasnya. (ser)

Berita Terkait