113 Hotel di Makkah Sudah Teken Kontrak

113 Hotel di Makkah Sudah Teken Kontrak

  Selasa, 23 April 2019 15:14

Berita Terkait

Penyediaan akomodasi haji memasuki tahap akhir. Konsul Haji pada Kantor Urusan Haji Indonesia di Jeddah Endang Jumali menuturkan, 113 hotel sudah menandatangani kontrak layanan akomodasi di Makkah.

Catatan Kementerian Agama menyebutkan, ada 195 hotel dengan total kapasitas 248.243 orang yang mendaftar sebagai penyedia layanan. Setelah diseleksi, tinggal 177 hotel yang lolos verifikasi berkas. Kebutuhan Kemenag adalah hotel dengan 210.697 kapasitas.

Endang menuturkan, panitia haji optimistis penyiapan layanan akomodasi jamaah di Saudi sesuai dengan target. ”Kontrak pelayanan akomodasi Makkah sudah mencapai 113 hotel dengan kapasitas 164.893 jamaah,” katanya saat ditemui di Jakarta kemarin (22/4).

Sementara itu, untuk layanan katering atau konsumsi jamaah haji, ada kesepakatan dengan 36 perusahaan di Makkah dan 15 perusahaan di Madinah. Untuk layanan transportasi di Arab Saudi, Endang memastikan se­luruhnya siap. ”Untuk masyair (puncak haji, Red) telah sepakat dengan muasasah untuk 52 maktab dan sisanya dengan mutaahidin,” ujarnya.

Lebih lanjut, Endang mengatakan, persiapan akomodasi tersebut juga dikaitkan dengan sistem e-hajj milik pemerintah Saudi. Dalam sistem tersebut, ada kewajiban dhoman atau garansi akomodasi untuk 204 ribu jamaah haji. “Perhitungan ini sebelum ada penambahan kuota 10.000 jamaah,” tegasnya.

Untuk kelancaran penyelenggaraan layanan haji di Saudi, tim Kantor Urusan Haji Indonesia sudah melakukan kontrak layanan dengan berbagai instansi di Arab Saudi. Di antaranya, maktab wukala, muasasah, dan muasasah adila Madinah.

Persiapan akomodasi tidak hanya dikebut untuk wilayah Makkah. Tim juga terus menuntaskan penyiapan akomodasi di Madinah. ”Khusus layanan akomodasi Madinah belum seratus persen. Masih nego akhir,” tandasnya.

Sementara itu, pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) khusus sudah tuntas. Setelah dibuka masa pelunasan dalam dua tahap, tersisa 1.384 kursi.
Kepala Subdirektorat Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji Khusus (PIHK) Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Mulyo Widodo menyatakan, sisa kursi tersebut langsung diisi calon jamaah haji (CJH) khusus cadangan. ”Ada 2.005 CJH khusus cadangan yang melunasi BPIH,” katanya.

Widodo menegaskan, CJH khusus yang bisa mengisi sisa kuota adalah mereka yang melunasi BPIH khusus pada tahap pertama. Pelunasan tahap pertama dibuka pada 26 Maret sampai 2 April. Kemudian, dibuka kembali tahap kedua pada 12-16 April.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (wan/c19/oni/Jawa Pos)

Berita Terkait