11 Maret, Bongkar atau Dibongkar?

11 Maret, Bongkar atau Dibongkar?

  Minggu, 10 March 2019 09:39
PEMBONGKARAN: Satpol PP Kota Pontianak melakukan bantuan pembongkaran terhadap lapak PKL yang dianggap melanggar aturan pembatas jalan di kawasan Pasar Sudirman, Jalan Nusa Indah II, Jumat (8/3) sore. SIGIT ADRIYANTO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Satuan Kepolisian Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak masih memberikan batasan waktu terhadap pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Sudirman Pontianak, untuk membongkar lapak-lapak yang menyalahi aturan hingga 11 Maret mendatang. Jika tidak dibongkar sendiri, maka Satpol PP lah yang akan membongkarnya.

SIGIT ADRIYANTO, Pontianak

PENEGASAN itu disampaikan Kepala Satpol PP (Kasatpol PP) Kota Pontianak, Syarifah Adriana, di sela-sela pembongkaran sejumlah lapak PKL di kawasan tersebut, Jumat (8/3) sore. “Kita beri waktu sampai hari Senin (11/3), untuk mereka bongkar sendiri,” katanya. 

Dia menjelaskan bahwa apa yang mereka lakukan tersebut sebagai upaya menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2004 tentang Ketertiban Umum. Terlebih, mereka melakukannya upaya pembongkaran terhadap sejumlah lapak PKL tersebut, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi sewaktu-waktu di wilayah tersebut. Dia juga menyatakan, sebelum diambil langkah pembongkaran, telah berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak PKL. “Kita sudah rundingkan dengan para PKL, dan mereka juga bersahabat dan merespons positif tindakan kami. Misalnya ada kebakaran, mobil pemadam tidak bisa lewat karena tertutup lapak, dan jelas ini mengganggu,” terangnya.

Adriana juga memastikan tidak ada masalah terkait penertiban yang dilakukan. Pasalnya apa yang mereka lakukan sudah mendapat persetujuan dari semua pihak terkait. Ia kembali mengingatkan, tidak akan ada ampun jika masih ada lapak PKL yang belum melakukan upaya pembongkaran hingga batas waktu yang mereka tetapkan. “Iya, kalau sampai Senin tidak dibongkar, kita yang akan bongkar. Karena persetujuannya begitu,” tegas Kasatpol PP.

Pembongkaran yang dilakukan Satpol PP tersebut dibantu sejumlah aparat dari TNI, Kepolisian, dan Dinas Perhubungan. Adriana menyebut pembongkaran tersebut sebagai pemberian bantuan kepada PKL di kawasan pasar yang terletak di Jalan Nusa Indah II ini. Apa yang mereka lakukan tersebut sebagai tindak lanjut dari peringatan yang sudah diberikan sejak Jumat pekan (1/3) lalu, agar para PKL membongkar lapaknya. Para PKL juga sebelumnya telah diminta mereka untuk menyesuaikan dengan pembatas jalan yang sudah disediakan.

Adriana mengatakan proses bantuan pembongkaran sejumlah lapak yang ada di kawasan Pasar Sudirman tersebut mereka lakukan, dikarenakan pedagang yang bersangkutan tidak sanggup melakukan sendiri. Sekitar tiga lapak yang diberikan bantuan oleh mereka untuk melakukan proses pembongkaran, sesuai dengan batas jalan yang sudah ditetapkan. Dia juga tak memungkiri, masih ada beberapa lapak PKL yang menyalahi aturan. Lapak-lapak yang dimaksud dia terletak melebihi pembatas jalan yang sudah ditentukan. Untuk yang satu ini, mereka sudah memberi tenggat waktu hingga 11 Maret mendatang. 

“(Apa yang dilakukan) ini sebagai wujud tindak lanjut dari upaya peringatan yang kita layangkan minggu lalu (1/3). Hari ini (8/3) kita datangi lagi, ternyata ada yang masih bersisa, dan yang bersangkutan menyatakan butuh bantuan untuk proses pembongkaran. Ya kita bantu,” ujar Adriana.

Sementara itu, perwakilan pedagang di Pasar Sudirman, Satarudin mengungkapkan rasa senang dan terima kasihnya kepada pihak Satpol PP bersama jajaran, yang telah membantu, sehingga proses pembongkaran bisa berjalan dengan cepat dan lancar. Dia juga sependapat bahwa para PKL sebagian besar sudah bisa menerima keputusan tersebut dengan tujuan kenyamanan bersama. “Memang ada yang masih mengeluhkan dengan pembongkaran ini, tapi dari keseluruhan banyak yang setuju. Tidak ada masalah, di sini kita nyaman sama nyaman dengan pihak Satpol PP,” kata pria yang akrab disapa Udin ini.

Dia juga memastikan sisa-sisa pengerjaan yang saat ini belum rampung akan dapat terselesaikan pada Senin mendatang. Hal tersebut dikatakannya karena sudah ada komitmen antara pedagang dan Satpol PP. “Senin sudah harus dalam kondisi rapi dan bisa dilalui kendaraan dalam skala besar (mobil pemadam), karena perjanjiannya tadi seperti itu,” tutupnya. (*)

Berita Terkait