100 Persen Siap Hadapi UNBK

100 Persen Siap Hadapi UNBK

  Minggu, 22 April 2018 08:30
PERSIAPAN UNBK: Operator memeriksa jaringan dan kelengkapan komputer yang akan digunakan dalam pelaksanaan UNBK di SMP Negeri 2 Pontianak, Jumat (20/4). HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dilaksanakan Senin (23/4). Segala persiapan agar pelaksanaan UNBK berjalan lancar dilakukan pihak sekolah.

Pantauan Pontianak Post di SMP Negeri 2 Pontianak, segala persiapan untuk melaksanakan ujian menggunakan komputer dilakukan. Pengecekan komputer yang menjadi senjata utama pun dicek satu persatu oleh para proktor. 

Ditemui Jumat (20/4) sore, Kepala SMP Negeri 2 Pontianak, Yudi, memastikan segala persiapan UNBK sudah dilakukan mereka. Bahkan pada hari itu juga pihaknya telah melakukan pengecekan komputer. "Ada 90 unit komputer digunakan untuk melaksanakan UNBK. Saat pengecekan semuanya tak berkendala. Mudah-mudahan di hari H nanti, tak ada masalah," katanya.

UNBK di sini, dijelaskan dia, menggunakan tiga ruang komputer dengan total 90 unit komputer. Satu ruangnya diungkapkan dia, berisi 30 unit komputer dengan total peserta UNBK di sekolahnya, di mana tahun ini ada 265 siswa dengan pelaksanaan dibagi tiga sesi. Penambahan bandwith server internet, dipastikan dia, juga dilakukan dengan harapan sinyal internet tak bermasalah.

"Mudah-mudahan pelaksanaan UNBK tingkat SMP tahun ini bisa berjalan sesuai harapan kita," kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Pontianak, Anwar Ali.

Tahun ini, lanjut dia, pelaksanaan UNBK tingkat SMP sederajat kali pertama dilaksanakan. Dari informasi yang diterimanya, seluruh SMP negeri di Kota Pontianak dipastikan melaksanakan UNBK. Dia berharap apa yang menjadi target Dinas Pendidikan tak mengalami perubahan. 

"Server internet jangan sampai tak stabil karena akan menggangu pelaksanaan UNBK. Listrik juga jangan padam, karena sebelum UNBK pemerintah sudah melakukan koordinasi dengan PLN," tutupnya. (iza)

Berita Terkait