10 Warga NTT Dipulangkan

10 Warga NTT Dipulangkan

  Rabu, 7 September 2016 09:30

Berita Terkait

SAMBAS- Sepuluh warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang gagal diberangkatkan ke Malaysia karena pembawanya yang merupakan warga Malaysia diamankan jajaran Polres Sambas. Mereka akan dititipkan ke shelter Dinas Sosial Provinsi Kalbar, Selasa (6/9).

 
“Kita lakukan pendataan dulu di Dinas Sosial Kabupaten Sambas, sebelum diberangkatkan ke shelter provinsi di Pontianak,” kata Santi Wijaya, Kepala Seksi Penanggulangan Bencana dan Bantuan Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sambas, Selasa (6/9). Hal ini dilakukan, lantaran dinas sosial di Sambas tidak memiliki shelter untuk menampung sementara.

Warga NTT tersebut, berdasarkan keterangan yang diperoleh berangkat dari kampung halaman berbekal Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Rencananya di Malaysia mereka dipekerjakan di sebuah perusahaan plywood (industri kayu lapis).

“Setelah di Sambas, mereka kemudian akan membuat paspor yang informasinya diantar oleh seseorang ke Sambas untuk mengurus paspor sebelum bertolak ke Malaysia,” kata Santi. Mereka berangkat dari kampung halaman 4 Agustus lalu.

“Dari NTT menuju ke Surabaya kemudian ke Semarang selanjutnya ke Pontianak. Dari keterangan mereka, ikut teman yang sebelumnya sudah lebih dulu berangkat ke Malaysia,” katanya.

Biasanya dalam kasus seperti ini. Pemulangan ke kampung halaman dilakukan Provinsi, dengan menyesuaikan jadwal keberangkatan kapal. Sebelumnya, Jajaran Polres Sambas mengamankan warga Kampung Kuala Sibuti Bekenu Sarawak Malaysia berinisial AA Bin ABD (33). Pria ini diduga terlibat dalam tindak pidana perdagangan orang (trafficking).

Warga Malaysia ini, diamankan Jumat (2/9) sekitar pukul 22.30 WIB di sebuah rumah makan Dinda di Dusun Sajingan RT 001 RW 002 Desa Kaliau Kecamatan Sajingan Besar. Bersamanya, sepuluh orang warga NTT terdiri tujuh laki-laki dan tiga perempuan yang diduga akan dibawa ke Malaysia. (fah)

Berita Terkait