10 Ribu Wisatawan Pontianak Masuk Singapura

10 Ribu Wisatawan Pontianak Masuk Singapura

  Jumat, 31 Agustus 2018 10:00
SINGAPURA: Direksi dan Managemen Singapores Tourism Board saat bertandang ke redaksi Pontianak Post, kemarin. Pontianak menjadi pasar potensial pariwisata Singapura. ARISTONO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Sebagai kota yang memiliki penerangan langsung ke Singapura, Pontianak menjadi target pemasaran turisme dari negara kota di Selat Malaka tersebut. Hal ini diungkapkan Mohamed Firhan Abudl Salam, Direktur Area Singapore Tourism Board di Indonesia saat bertandang ke kantor redaksi Pontianak Post, kemarin (30/8). 

Dengan populasi yang hampir mencapai 260 juta, tidak mengherankan jika Indonesia menjadi sasaran utama Singapura dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Termasuk lima juta masyarakat Kalbar.

Dipaparkan dia, sepanjang tahun lalu, penerbanga Pontianak menyumbang 10.158 penumpang ke Singapura. Angka ini menurun tipis dibanding tahu 2016, dimana 10.982 wisatawan dari Pontianak. “Ini dihitung dari penerbangan Pontianak ke Singapura. Mungkin angkanya bisa lebih tinggi,” ujarnya.

Selain China, Indonesia mendominasi wisatawan yang datang ke Singapura sepanjang tahun 2017. Bila dibandingkan angka total orang Indonesia, persentase wistawa asal Pontianak memang sangat kecil. Ada 2,9 juta orang Indonesia yang melakukan perjalanan ke Singapura, dengan jumlah tertinggi pada Desember 2017, yakni 330.081 orang. Dengan ini, jumlah kunjungan dari Indonesia meningkat sebanyak dua persen dari tahun sebelumnya. 

Dipaparkan dia, demi memperbesar pasar turisme, Singapore Tourism Board juga telah membuka kantor regional di Surabaya sejak Oktober 2017. Selain destinasi utama yang sudah dikenal luas seperti Merlion Park, Universal Studio, Pulau Sentosa, Orchardz Street dan lain-lain. STB juga memperkenalkan Disney Star Wars, Ultimate Fighting Championship (UFC), hingga memperpanjang kontrak dengan Formula One Singapore Grand Prix. "Apalagi sekarang ke Singapura gampang, dari Pontianak bisa langsung terbang."

Selain itu, salah satu program yang juga jadi fokus STB pada 2018 adalah perjalanan dengan kapal layar alias cruise. Pada 2017 saja, ada sekitar 421 ship call dan 16 unit di antaranya maiden call  alias berangkat pertama kali dari Singapura. 

Tren ini juga meningkat di kalangan wisatawan mancanegara termasuk Indonesia. Untuk itulah STB meluncurkan skema Cruise Development Fund yang diharapkan menarik turis untuk singgah di Singapura sebelum atau sesudah berlayar.

Pihaknya juga menawarkan, wisata low budget bagi kaum backpacker. Apalagi jarak yang dekat serta mudahnya penerbangan membuat pangsa pasar ini kian dilirik. Fasilitas hotel berbiaya murah juga sudah banyak di Singapura. Begitu juga kulinernya yang beragam, dari jajanan pasar hingga restoran kelas internasional. (ars)

Berita Terkait