10 Kecamatan Terendam, Danau dan Sungai Meluap

10 Kecamatan Terendam, Danau dan Sungai Meluap

  Selasa, 22 March 2016 10:03
TINJAU BANJIR: Bupati Kapuas Hulu A. M Nasir turun bersama SKPD meninjau sejumlah kecamatan yang terkena banjir, dan memasok bantuan secepatnya. MUSTAAN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Tingginya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir di daerah perhuluan, membuat debit air sungai Kapuas meningkat. Sedikitnya ada sepuluh kecamatan di daerah Kapuas Hulu terkena banjir tahunan ini. Lima kecamatan adalah yang terparah, mulai Silat Hilir, Semitau, Suhaid, Selimbau dan Kecamatan Jongkong. Mustaan, Kapuas Hulu

UNTUK melihat kondisi yang dialami masyarakatnya di 10 kecamatan yang terdampak banjir, Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir, S,H turun langsung bersama sejumlah SKPD terkait di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu. Sejumlah desa terkena banjir di sepanjang sungai sungai kapuas dan danau dia datangi. Kunjungan kerjanya Bupati dimulai kecamatan Bunut Hilir sampai ke desa Perigi kecamatan Silat Hilir.

Di daerah kecamatan Bunut Hilir sebagian desa sudah terendam banjir, walaupun tidak berlangsung lama, tetapi aktivitas masyarakat terganggu. Banjir terparah dimulai dari Jongkong, sebagian desa sudah terendam banjir. Bahkan puluhan rumah warga sudah terendam air cukup tinggi. Rumah yang terdampak banjir ini sudah didata oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu.

Dalam kunjungan kerja tersebut Bupati didampingi sejumlah pimpinan SKPD, antaranya Kepala BPBD Drs. H. Abdul Halim, Asisten II Sekda Drs. H. Hasan, M, M.Si, Kabag Pengendalian Pembangunan (P2) Setda Kapuas Hulu Alfiansyah,SE MSi, Kabag Kesra Ir.Istiwa MSi, Kadis Kesehatan dr.H.Harisson Azroi, M. Kes dan Kabag Humas Setda Usmandi, SE, M.M serta kepala PDAM Tirta Kapuas M. Saini Hadi, ST.

“Kami sudah melakukan pendataan ke semua kecamatan yang terdampak banjir. Sudah ada laporan dari perangkat desa tentang berapa rumah yang terkena dampak banjir,” jelas Abdul Halim, Kepala BPBD Kapuas Hulu. Dia menjelaskan, jumlah rumah yang terkena banjir belum bisa dipastikan karena debit air masih terusnaik seiring tingginya intensitas hujan yang terjadi merata dibumi uncak kapuas.

Menurutnya, keadaan terparah terjadi diwilayah  Kecamatan Jongkong, Selimbau, Suhaid dan Silat Hilir. Banjir sudah terjadi sejak 3 minggu ini, kegiatan masyarakat yang mayoritas nelayan terhenti.  Akibat banjir ini masyarakat mengaku pasrah menunggu air surut dan menyimpan peralatan nelayan untuk sementara waktu, sebab debit air sungai dan danau terus naik, sehingga sulit menangkap ikan.

Antusias warga menyambut kedatangan Bupati beserta rombongan sangat terasa, bahkan mereka menyatakan senang atas kedatangan bupati. Karena ini menunjukan adanya kepedulian pemerintah kabupaten dengan melihat langsung ke warga yang lagi terkena bencana. Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir mengaku akanberusaha memberikanbantuan melalui BPBD Kapuas Hulu kepada korban banjir.

“Kami programkan. Hanya saja prosesnya tidak bisa cepat karena akan melalui proses rapat dengan beberapa instansi yang terkait,” terang Nasir. Bupati juga berharap masyarakat bersabar menunggu dan selalu menjaga keamanan dan ketertiban. Selain itu menjaga kebersihan dilingkungan masing-masing. Karena disaat musim banjir seperti saat ini, rentan terjadi serangan berbagai penyakit.(*)

Berita Terkait