10 Juta WN Tiongkok Itu Target Kedatangan Turis

10 Juta WN Tiongkok Itu Target Kedatangan Turis

  Sabtu, 23 July 2016 10:35
Sumber: Kemenaker

Berita Terkait

JAKARTA – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan angkat bicara soal isu membanjirnya tenaga kerja asal Tiongkok ke Indonesia. Menurut dia, angka 10 juta yang tersebar ke publik itu merupakan target kedatangan wisatawan asal Tiongkok.

 
            Luhut mengatakan sejak 2015 memang terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja asing di Indonesia. Hal itu dampak dari peningkatan investasi di dalam negeri. ''Jumlah tenaga asing yang kerja di Indonesia ada sekitar 79.664 orang,'' kata Luhut.

            Dengan memaparkan data dari Badan Pusat Statistik dan Kementerian Tenaga Kerja, Luhut menunjukan sebenarnya peningkatan jumlah tenaga kerja asing terjadi sejak 2011. Saat itu jumlah tenaga kerja asing sekitar 77.307 orang. Ketika itu tenaga kerja asing banyak berdatangan karena sektor komoditi Indonesia sedang tinggi-tingginya.

            Lantas, tiga tahun berturut-turut (2012-2014), kedatangan pekerja asing terus turun seiring lesunya perekonomian di dalam negeri. Baru pada 2015 ketika investasi membaik tenaga kerja asing yang datang jumlahnya naik lagi.

            ''Tapi tak masuk akal kalau disebut kita kebanjiran tenaga kerja dari Tiongkok hingga 10 juta orang. Jumlah itu sangat tidak masuk akal karena setara dengan empat persen jumlah penduduk Indonesia,'' jelasnya.

            Luhut menyebut para tenaga kerja asal Tiongkok yang kini berdatangan ke Indonesia kebanyakan kerja di power plan dan proyek infrastruktur. ''Tapi setelah proyeknya selesai mereka ya kembali lagi ke negaranya,'' terang pria yang pernah menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid itu.

            Dari 79.664 tenaga asing di Indonesia, diperkirakan yang berasal dari Tiongkok hanya 14 ribu - 16 ribu orang. Selain dari Tiongkok, pekerja asing lain yang paling banyak berasal dari Jepang, jumlahnya sekitar 10 ribu - 12 ribu orang. Ada juga pekerja asal Korea Selatan dikisaran angka 7 ribu - 9 ribu orang.

            Menurut Luhut, angka kedatangan pekerja asing masih lebih banyak jumlah Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Saat ini tercatat di penempatan TKI di sejumlah negara ada 3.156.245 orang.

            Luhut menduga munculnya angka 10 juta kedatangan WN Tiongkok itu dari statemen yang pernah disampaikan Presiden Joko Widodo. Menurut Luhut, Jokowi sempat menyampaikan Indonesia sedang menargetkan angka kedatangan turis Tiongkok setinggi-tingginya. Saat itu dipatok Indonesia bisa mendatangkan turis Tiongkok hingga 10 juta orang.

            Kenapa Tiongkok? Luhut mengatakan karena menurut survey United Nation World Tourism Organization (UNWTO), warga Tiongkok banyak pelesiran ke luar negeri. Pada 2015 tercatat ada 127,9 juta warga Tiongkok yang melakukan perjalanan internasional. Dari jumlah itu uang yang dikeluarkan sekitar USD 2,285 per trip atau setara USD 292 miliar.

            Top ten destinasi favorit warga Tiongkok ialah Korea Selatan, Taiwan, Jepang, Hong Kong, Thailand, Perancis, Italia, Swiss, Makau dan Jerman. ''Kita ingin mengambil kue itu, mendatangkan turis Tiongkok sebanyak-banyaknya ke Indonesia. Sebab menurut UNWTO mereka itu termasuk turis yang generous (dermawan),'' terang Luhut.

            Hingga 2019 nanti, Indonesia memang menargetkan mendapatkan revenue besar dari sektor Pariwisata. Oleh karena itu kran kedatangan wisatawan mancanegara dibuka sebesar-besarnya. Ada beberapa tempat yang ditawarkan menjadi destinasi wisata favorit, antara lain Raja Ampat dan Danau Toba.

            Senada dengan Luhut, Imigrasi juga menyebut tak ada catatan keimigrasian kedatangan pekerja Tiongkok secara signifikan. Kabag Tata Usaha dan Humas Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Heru Santoso mengatakan saat ini kedatangan seluruh WNA saja hanya 7 juta orang.

''Kalau yang melanggar dokumen imigrasi seluruh WNA sekitar 4 ribu,'' ujar Heru. WN Tiongkok selama ini banyak datang sebagai turis. Terlebih sejak Indonesia menerapkan bebas visa kunjungan wisata. ''Kalau yang melanggar dokumen keimigrasian seluruh WNA ada 4 ribuan. Tidak semuanya dari Tiongkok,'' jelasnya.

Secara terpisah, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri menegaskan bahwa jumlah pekerja asing asal Tiongkok selalu mengalami fluktuasi sejak tahun 2011-2016. Pada dua tahun terakhir, TKA Tiongkok di Indonesia hanya berkisar 14-16 ribu dalam periode satu tahun.

Hanif menerangkan, data pekerja asing di Kemenaker merupakan data valid dan bisa dipertanggungjawabkan. Artinya, pekerja asing yang masuk sudah memenuhi syarat perizinan dan persyaratan TKA lainnya. ”Data kami lengkap, bahkan lengkap dengan nama pekerjanya. Tidak benar kalau ada 10 juga pekerja Tiongkok masuk ke Indonesia,” ucapnya.

Sebagaimana pekerja asing dari negara lain, kata Hanif, selalu mengalami fluktuasi atau naik turun setiap tahunnya. Secara umum, pekerja Tiongkok di Indonesia saat ini berkisar antara 20-22 persen dari total jumlah keseluruhan pekerja asing. (gun/tyo)

Berita Terkait