’’Dessert’’ Segar setelah Infinity War

’’Dessert’’ Segar setelah Infinity War

  Kamis, 5 July 2018 10:00

Berita Terkait

Hari Ini, Ant-Man and the Wasp Diputar

JAKARTA – Ant-Man and the Wasp tayang di tanah air mulai hari ini (4/7). Film ke-20 Marvel Studios itu punya tugas berat. Sebab, ia dirilis hanya 2,5 bulan setelah Avengers: Infinity War yang sangat heboh dan menguras emosi.

Bagaimana sutradara Peyton Reed membuat filmnya tidak berkesan ’’anjlok’’ dari Infinity War? Jawabannya, komedi.

Setelah Avengers: Infinity War bikin fans sesak napas saking sedihnya, Reed menghadirkan film yang ringan dan mengundang tawa. Dia mempertahankan formula yang sama dengan pendahulunya, Ant-Man (2015). Setelah skrining terbatas dua pekan lalu (23/6), para kritikus kompak memuji film yang dibintangi Paul Rudd dan Evangeline Lilly tersebut.

Dalam ulasannya di Deadline, Pete Hammond mengungkapkan bahwa Ant-Man and the Wasp punya cerita yang gampang diikuti. ’’Hal itu membuat kita tidak bakal jenuh di tengah banyaknya film superhero sekarang ini,’’ jelasnya. Di samping itu, film kedua Ant-Man tersebut didukung visual yang keren.

Kontributor ComicBook.com Brandon Davis menyebut film itu keren. ’’Ant-Man and the Wasp punya humor yang kuat, efek visual menakjubkan, manipulasi ukuran yang kreatif, dan villain yang cerdas,’’ cuit Davis.

Dalam ulasan The Verge dan Vox, efek visual yang detail juga dinilai jadi suksesnya komedi yang berusaha dibangun Reed. Masalahnya, Ant-Man and the Wasp juga dinilai terlampau ringan. Bahkan, kritik A.V. Club menyatakan bahwa film itu tidak pas disebut film superhero. ’’Kalau dibandingkan dengan Thor: Ragnarok yang sama-sama wacky, film ini seperti murni komedi sampai-sampai tidak memiliki villain utama yang kuat,’’ tegas Ignatiy Vishnevetsky dalam ulasannya.

Menurut kolumnis Nerdist Kyle Anderson, kisahnya lucu, tetapi tidak nyambung dengan film pertamanya. Kontributor Slash Film Peter Sciretta menilai bahwa bagian komedi terlalu dominan. ’’Hasilnya, pada momen yang seharusnya terpusat pada villain, kisahnya tidak terlalu seru,’’ tulisnya di Twitter. Film tersebut bahkan dinilai bak ’’kurcaci’’ di antara film-film superhero rilisan Marvel.

Meski dapat tanggapan beragam, Ant-Man and the Wasp tetap dinilai bagus. Bahkan lebih baik ketimbang Ant-Man yang saat itu menjadi proyek second-line di Marvel. Buktinya, rating Ant-Man and the Wasp lebih tinggi daripada pendahulunya. Di Rotten Tomatoes, film itu dapat rating 85 persen alias fresh. Film pertamanya hanya 70 persen. Kenaikan nilai tersebut juga terjadi di IMDb. Dari 7,3 di Ant-Man pertama naik menjadi 8,5.

Tampaknya, pihak rumah produksi tidak terlalu ambil pusing dengan pendapat sumir. Bos Marvel Studios Kevin Feige mengakui bahwa Ant-Man jilid kedua memang sengaja dibuat lucu seperti kudapan yang ringan setelah fans menyantap Infinity War. Dia menjelaskan bahwa Reed dan produser Stephen Broussard merencanakan Ant-Man and the Wasp sebagai film yang lucu dan family-centered.

Feige menargetkan Ant-Man and the Wasp menjadi film superhero yang bisa dinikmati sekeluarga. Menurut dia, meski dapat rating PG-13 dari lembaga sensor MPAA, kedua film Ant-Man sangat bisa disaksikan penonton yang lebih muda. ’’Aku punya anak berusia 9 tahun dan 5 tahun. Film Ant-Man jadi film Marvel pertama yang mereka tonton. Begitu juga sekuelnya,’’ ujarnya sebagaimana dikutip Den of Geek.

Reed juga sudah terbiasa dengan pendapat bahwa Ant-Man ditakdirkan menjadi ’’pendamping’’ Avengers. Film pertama Ant-Man dirilis setelah Avengers: Age of Ultron. ’’Kami berada di bayang-bayang raksasa. Jadi, kami sudah berpikiran, ’Kita adalah dessert, pencuci mulut!’ Tapi, aku suka dengan anggapan itu. Itu adalah posisi yang kusukai,’’ tuturnya. (THR/The /Deadline/fam/c14/na)

Berita Terkait